Berita

Pansus Haji DPR Beri Ultimatum, Menag Yaqut Cholil Qoumas Terancam Pemanggilan Paksa

×

Pansus Haji DPR Beri Ultimatum, Menag Yaqut Cholil Qoumas Terancam Pemanggilan Paksa

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji DPR menegaskan kemungkinan untuk memanggil paksa Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, jika ia terus absen dari panggilan terkait dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan haji.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 (Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Anggota Pansus, Wisnu Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya bisa bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika Yaqut tidak hadir hingga panggilan ketiga.

Baca Juga  Wakil Bupati Solok Bahas Kolaborasi Pengembangan Pariwisata di Kemenparekraf

“Jadi, sesuai Undang-Undang MD3, kalau sudah pemanggilan pertama, kedua, ketiga, kami bisa menyertakan aparat penegak hukum,” kata Wisnu saat dihubungi Tempo pada Kamis, 19 September 2024.

Menurut Wisnu, aparat yang dimaksud bisa melibatkan polisi, jaksa, KPK, bahkan interpol, tergantung rekomendasi kesimpulan Pansus.

Sebelumnya, Menag Yaqut sudah diundang untuk menghadiri sidang Pansus terkait dugaan pelanggaran haji 2024.

Sidang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 September, namun hingga hari kedua, Yaqut belum hadir.

Juru bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie, mengatakan Yaqut saat ini berada di Arab Saudi atas undangan Menteri Haji Saudi.

Baca Juga  Serap Aspirasi Bundo Kanduang, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Komitmen Kawal Pelestarian Adat

“Pak Menteri sudah di Saudi sejak Senin, masih di sana untuk persiapan haji tahun depan,” ungkap Anna melalui dilansir dari Tempo, Selasa, 17 September 2024.

Namun, Wakil Ketua Pansus Haji, Marwan Dasopang, membantah bahwa ada pemberitahuan resmi terkait keberangkatan Yaqut ke Saudi.

“Saya tahunya dari media, tapi pemberitahuan resmi ke Pansus gak ada,” ujar Marwan saat dikonfirmasi. (*)