RiauKampar

Polsek Tapung dan Kelompok Tani Tanam Jagung di Lahan Sawit 2 Hektare di Kampar

×

Polsek Tapung dan Kelompok Tani Tanam Jagung di Lahan Sawit 2 Hektare di Kampar

Sebarkan artikel ini

KAMPAR – Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, Polsek Tapung bersama Kelompok Tani Indo Makmur Sejahtera melakukan penanaman jagung pipil di lahan perkebunan kelapa sawit seluas 2 hektare di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tapung, Kompol Y.E. Bambang Dewanto, SH, didampingi personel Polsek Tapung. Penanaman juga melibatkan pemerintah desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta anggota Kelompok Tani Indo Makmur Sejahtera sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program ini dilaksanakan dengan metode tumpang sari di area perkebunan kelapa sawit milik warga bernama Kandarmanto yang telah mengizinkan lahannya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif. Sebanyak 30 kilogram bibit jagung pipil varietas Lamuru dan Bomber ASA 101 ditanam di lahan tersebut dengan harapan mampu menghasilkan panen yang optimal.

Baca Juga  Cegah Kelangkaan dan Lonjakan Harga, Bhabinkamtibmas Polsek Payung Sekaki Turun Langsung Cek Stok Sembako

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung Kompol Y.E. Bambang Dewanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendampingi serta mendorong masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus didukung seluruh elemen,” ujar Bambang.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, kelompok tani, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan yang saat ini terus digencarkan pemerintah.

“Kami berharap hasil panen nantinya dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan di daerah sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para petani,” tambahnya.

Sebelum penanaman dilakukan, petugas bersama pihak terkait terlebih dahulu melaksanakan pengecekan kondisi lahan dan bibit yang akan digunakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh bibit dalam kondisi baik dan lahan dinilai layak untuk mendukung pertumbuhan tanaman jagung secara optimal.

Baca Juga  Kerusakan Mangrove di Bengkalis Jadi Sorotan, Begini Kata Kapolda Herimen

Untuk memastikan keberhasilan budidaya, proses pemeliharaan hingga masa panen nantinya akan mendapat pendampingan teknis dari Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Tapung, drh. Adri Novebri. Pendampingan tersebut mencakup perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga evaluasi pertumbuhan agar produktivitas tanaman dapat maksimal.

Berdasarkan perencanaan yang telah disusun, tanaman jagung tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada Oktober 2026. Hasil panen diharapkan mampu berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Kegiatan penanaman jagung ini menjadi bukti nyata bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan tidak dapat dilakukan sendiri. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, kelompok tani, BUMDes, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mendorong sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu menopang kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kampar.