Pelalawan

Terungkap, 3 Anak Korban Eksploitasi di Pelalawan Ternyata Cari Uang di Lampu Merah

×

Terungkap, 3 Anak Korban Eksploitasi di Pelalawan Ternyata Cari Uang di Lampu Merah

Sebarkan artikel ini
Terungkap, 3 Anak Korban Eksploitasi di Pelalawan Ternyata Cari Uang di Lampu Merah
Terungkap, 3 Anak Korban Eksploitasi di Pelalawan Ternyata Cari Uang di Lampu Merah

INGATLAH.COM – Tiga anak yang jadi korban eksploitasi di Kabupaten Pelalwan ternyata biasa beraktifitas di sejumlah persimpangan lampu merah di Pangkalan Kerinci.

Ketiganya biasa mengamen, mengemis, hingga menjadi manusia silver dan ternyata juga dibebani target setiap hari.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua Siahaan, Minggu (14/6/2026)

Kasus ini mencuat setelah warga merasa prihatin melihat aktivitas ketiga anak tersebut yang hampir setiap hari berada di jalanan hingga larut malam.

Kecurigaan masyarakat kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Pangkalan Kerinci.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua Siahaan, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Dua orang yang diamankan berinisial SM dan MM.

“Keduanya diduga memanfaatkan tiga anak berusia 9 hingga 11 tahun untuk mencari keuntungan ekonomi dengan cara mengamen, mengemis, dan menjadi manusia silver di kawasan lampu merah Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci,” kata Hasyim, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga  Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, praktik tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.

Para korban tidak hanya diminta turun ke jalan, tetapi juga diduga dibebani target pendapatan yang harus dipenuhi setiap hari.

Kondisi itu membuat ketiga anak tersebut harus menghabiskan waktu berjam-jam di tengah padatnya arus lalu lintas dengan risiko keselamatan yang tinggi.

Kasus ini mulai terungkap setelah sejumlah warga membawa ketiga anak tersebut ke Polsek Pangkalan Kerinci pada Jumat malam (12/6/2026).

Di hadapan petugas, para korban mengaku takut pulang ke rumah karena khawatir mendapat hukuman apabila gagal memenuhi target uang yang telah ditetapkan.

Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton bersama personelnya langsung bergerak menuju rumah terduga pelaku di kawasan Simpang Kualo.

Baca Juga  Tragis! Bangkai Gajah Membusuk Kembali Ditemukan di Pelalawan

Di lokasi tersebut, polisi mengamankan pasangan suami istri yang diduga terlibat dalam praktik eksploitasi anak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan terduga pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas para korban saat berada di jalanan.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh fakta yang terjadi, termasuk kemungkinan adanya korban lain maupun bentuk eksploitasi lainnya yang belum terungkap.

Polda Riau menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk eksploitasi terhadap anak yang dapat mengancam tumbuh kembang serta masa depan generasi muda.

“Anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang, bukan justru dieksploitasi demi kepentingan ekonomi,” tegas Hasyim.