INGATLAH.COM – Keputusan Aji Santoso untuk tidak melanjutkan kebersamaannya dengan PSPS Pekanbaru pada musim 2026/2027 meninggalkan kesan mendalam bagi publik sepak bola Riau.
Di tengah harapan besar suporter yang ingin melihatnya kembali menukangi Askar Bertuah musim depan, pelatih berusia 56 tahun itu memilih mundur dengan alasan ingin lebih dekat dengan keluarga.
Keputusan tersebut terasa semakin berat karena Aji Santoso merupakan sosok penting di balik keberhasilan PSPS Pekanbaru keluar dari tekanan dan menghindari ancaman degradasi pada musim 2025/2026.
- Profil Aji Santoso
Aji Santoso bukanlah nama asing dalam sepak bola Indonesia. Lahir pada 6 April 1970, ia dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia pada era 1990-an.
Kariernya sebagai pemain diwarnai sederet prestasi baik di level klub maupun tim nasional.
Pria asal Malang itu memulai perjalanan sepak bolanya dari klub-klub junior di Malang sebelum bergabung dengan Arema Malang pada 1988.
Bersama Singo Edan, Aji berkembang menjadi salah satu pemain bertahan terbaik di Indonesia.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Persebaya Surabaya dan PSM Makassar.
Selama berkiprah sebagai pemain profesional, Aji dikenal sebagai bek kiri modern yang tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan dari sisi lapangan.
Di level tim nasional, Aji Santoso menjadi bagian dari generasi emas Indonesia pada dekade 1990-an.
Ia turut mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991, sebuah pencapaian yang hingga kini masih dikenang para pecinta sepak bola nasional.
Selama memperkuat Timnas Indonesia pada periode 1990 hingga 2000, Aji hampir selalu menjadi pilihan utama.
Kepemimpinannya di lapangan membuat ia kerap dipercaya mengenakan ban kapten baik di klub maupun tim nasional.
Sebagai pemain, Aji tercatat pernah mempersembahkan gelar juara kompetisi nasional bersama Arema Malang, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar.
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu pemain yang sukses meraih gelar juara bersama tiga klub berbeda.
Setelah memutuskan gantung sepatu, Aji Santoso melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih. Karier kepelatihannya dimulai dari akademi sepak bola hingga menangani berbagai tim profesional di Indonesia.
Namanya mulai dikenal sebagai pelatih sukses saat membawa Jawa Timur meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008.
Setelah itu, ia dipercaya menangani sejumlah klub besar seperti Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persisam Putra Samarinda, Arema FC, Persela Lamongan, hingga PSIM Yogyakarta.
Salah satu prestasi terbaiknya sebagai pelatih datang saat membawa Arema FC menjuarai Piala Presiden 2017.
Sementara bersama Persebaya Surabaya, ia sukses mengantarkan Bajul Ijo menjadi runner-up Liga 1 musim 2019 dan meraih gelar Piala Gubernur Jawa Timur 2020.
Kualitas kepelatihannya juga mendapat pengakuan di level nasional. Aji Santoso terpilih sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 musim 2021/2022 serta meraih penghargaan Coach of The Month pada Oktober 2021.
Pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih itulah yang membuat kehadiran Aji Santoso begitu berarti bagi PSPS Pekanbaru.
Di tengah situasi sulit musim lalu, ia berhasil membawa tim keluar dari ancaman degradasi dan mengembalikan optimisme publik sepak bola Riau.
Meski kini memilih berpisah dengan Askar Bertuah, jejak yang ditinggalkannya tetap akan dikenang para pendukung PSPS.
Sosok Aji Santoso bukan hanya datang sebagai pelatih, tetapi juga menjadi figur yang membantu menjaga PSPS tetap bertahan di level kompetisi nasional.
Keputusan untuk mundur memang menjadi akhir dari kebersamaan yang singkat.
Namun kontribusi dan pengalaman yang diberikan Aji Santoso telah meninggalkan fondasi penting bagi perjalanan PSPS Pekanbaru menuju musim-musim berikutnya.
Bahkan, diakhir pernyataannya Aji sempat mengungkapkan bahwa ia suatu saat nanti berharap bisa kembali bekerjasama dengan PSPS Pekanbaru.





