KAMPAR – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Kapolsek Tapung Kompol Y.E. Bambang Dewanto SH bersama jajaran turun langsung melakukan pengecekan dan monitoring lahan jagung pipil tumpang sari seluas 8 hektare yang tersebar di empat lokasi di Blok I Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Kegiatan yang dilaksanakan pada wilayah pertanian milik Kelompok Tani Indo Makmur Sejahtera tersebut merupakan bagian dari upaya Polri mendukung program strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
Dalam monitoring tersebut, Kapolsek Tapung meninjau secara langsung kondisi lahan, pertumbuhan tanaman jagung, serta kesiapan petani menghadapi masa panen yang diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai Juli hingga September 2026.
Kompol Y.E. Bambang Dewanto mengatakan keterlibatan Polri dalam sektor pertanian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Hasil pengecekan menunjukkan tanaman jagung tumbuh dengan baik dan dalam kondisi yang cukup menjanjikan. Jika terus berkembang optimal, panen yang direncanakan pada Juli hingga September mendatang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap target swasembada pangan nasional,” ujar Bambang.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk aparat kepolisian. Karena itu, Polsek Tapung terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa serta kelompok tani di wilayah binaan masing-masing.
Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Indo Makmur Sejahtera yang dinilai konsisten mengembangkan sektor pertanian dan berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi ujung tombak produksi pangan.
“Kami mengapresiasi semangat dan kerja keras para petani yang terus mengelola lahan secara produktif. Semoga hasil panen nanti dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.
Selain berpotensi meningkatkan pendapatan petani, hasil panen jagung dari lahan seluas 8 hektare tersebut juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak di Desa Sumber Makmur dan wilayah sekitarnya. Dengan demikian, keberadaan lahan jagung produktif tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendukung pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
Kehadiran Polri dalam kegiatan pertanian ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para petani mengaku merasa terbantu dan termotivasi dengan adanya perhatian, pendampingan, serta dukungan yang diberikan aparat kepolisian.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan, pemberdayaan ekonomi, dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Kampar.





