INGATLAH.COM – Harapan Delva Rizki, taekwondoin andalan Sumatera Barat (Sumbar), untuk meraih medali emas ketiga secara berturut-turut (hattrick) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, gagal terwujud.
Atlet yang akrab disapa Uniang ini harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan oleh Amelia Putri Wibowo dari Jawa Tengah di final nomor kyorugi kelas heavy (over 73 kg) putri, Sabtu (14/9), di Martial Art Arena, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pertandingan final ini menjadi ajang rematch bagi Uniang, yang sebelumnya juga dikalahkan Amelia di final Babak Kualifikasi (BK) PON 2023.
Kali ini, Amelia kembali unggul dengan skor 2-0, menggagalkan Delva untuk mencetak sejarah sebagai peraih emas tiga kali berturut-turut, setelah sebelumnya meraih emas di PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021.
Perjalanan Melelahkan Menuju Final
Perjalanan Uniang menuju final tidaklah mudah. Ia harus bertanding empat kali dalam sehari, mulai dari babak pembuka melawan Nabila Syahira, taekwondoin muda berusia 18 tahun asal Riau, peraih perak di POPNAS 2023.
Uniang berhasil menang 2-0 di laga tersebut.
Di laga kedua, Delva menghadapi Ayu Jesica Jasmine Suar, atlet 19 tahun asal Bali, pemegang medali emas POPNAS 2023.
Pertandingan berjalan ketat, namun Uniang mampu menang tipis 2-1, memastikan tiket ke semifinal.
Pada babak semifinal, Delva bertemu Nanda Fernanda, atlet asal DKI Jakarta berusia 24 tahun yang juga peraih medali perunggu di BK PON 2023.
Kemenangan tipis 2-1 kembali diraih Delva, mengantarkannya ke final untuk bertemu Amelia Putri Wibowo, lawan berat yang juga berusia lebih muda, 21 tahun.
Ajang Balas Dendam yang Gagal
Final ini seharusnya menjadi kesempatan bagi Delva untuk membalas kekalahannya di BK PON 2023, sekaligus mengukir hattrick dengan emas ketiganya di PON.
Namun, kenyataan berkata lain. Usia Delva yang sudah menginjak 31 tahun tidak mampu menandingi kelincahan Amelia, yang unggul dengan skor 2-0, mengakhiri perjuangan Uniang.
Amelia, taekwondoin asal Jawa Tengah yang telah dua kali berturut-turut meraih emas di POMNAS 2022 dan 2023, serta BK PON 2023, kembali menunjukkan dominasinya di ajang ini.
PON Terakhir Delva?
Budi Ilyas, mantan Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar, menyampaikan rasa sedihnya atas kegagalan Delva meraih hattrick di PON terakhirnya ini.
“Bisa jadi ini PON terakhir Delva. Namun, kita tunggu bagaimana aturan pembatasan usia di PON 2028 nanti,” ujarnya.
Menurut Budi Ilyas, sejak PON 2016 di Jawa Barat dan PON 2021 di Papua, batas usia maksimal bagi atlet taekwondo adalah 31 tahun, berkat perjuangan sejumlah Pengprov TI di Sumatera.
Dengan demikian, Delva masih bisa bertanding di PON XXI ini.
Namun, masa depan Delva sebagai atlet senior kini menjadi perhatian.
“Saya rasa PON Aceh-Sumut ini adalah PON terakhirnya. Kasihan kita dengannya karena dia belum memiliki pekerjaan tetap. Pemerintah provinsi harus memikirkan masa depan Delva, terutama pekerjaannya,” tambah Budi Ilyas.
Ia juga menegaskan bahwa sudah saatnya Sumbar mempersiapkan taekwondoin muda untuk menghadapi PON berikutnya.
Dengan gagal meraih emas ketiga, Delva Rizki harus menerima kenyataan bahwa mimpinya untuk mengakhiri karier PON dengan happy ending belum tercapai.
Namun, perjuangannya tetap patut diapresiasi sebagai atlet yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Sumbar.(*)





