INGATLAH.COM – Kepala Kanwil Ditjen PAS Riau, Maizar, mengakui peredaran handphone di dalam lapas masih menjadi persoalan serius yang hingga kini belum sepenuhnya bisa diberantas.
Bahkan, ia tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan oknum petugas dalam praktik penyelundupan barang terlarang ke dalam penjara.
Pernyataan itu disampaikan Maizar usai memimpin razia gabungan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang menemukan tiga unit handphone dan berbagai benda berbahaya lainnya di kamar tahanan warga binaan.
“Bisa saja diselundupkan lewat got, makanan, atau melalui oknum petugas. Saya tidak menutup kemungkinan ada oknum yang bermain, tapi saya belum bisa membuktikan siapa,” kata Maizar.
Menurutnya, berbagai modus dilakukan untuk memasukkan barang terlarang ke dalam lapas.
Selain disembunyikan dalam makanan atau barang kiriman, handphone juga diduga bisa masuk melalui jalur yang sulit terpantau petugas.
Maizar menyebut para narapidana kerap memberikan alasan klasik ketika petugas menemukan handphone saat razia berlangsung.
Salah satu alasan yang sering muncul adalah handphone tersebut milik narapidana lain yang akan segera bebas.
“Alasan seperti itu selalu muncul setiap razia. Mereka bilang handphone hanya titipan atau milik napi yang akan bebas. Itu jawaban klasik,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan tidak akan mentolerir keterlibatan siapa pun dalam penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.
Menurut Maizar, keberadaan handphone di dalam penjara sangat berbahaya karena berpotensi digunakan untuk mengendalikan peredaran narkoba, penipuan online, hingga komunikasi ilegal dengan pihak luar.
Karena itu, Ditjen PAS Riau berkomitmen memperketat pemeriksaan barang masuk serta meningkatkan pengawasan terhadap seluruh petugas yang bertugas di lingkungan lapas.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan integritas petugas agar praktik seperti ini bisa dicegah,” tegasnya.
Razia serentak yang dilakukan tersebut merupakan instruksi langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan wajib dilaksanakan seluruh lapas serta rutan di Indonesia hingga pekan depan.





