INGATLAH.COM – Misteri foto pocong membawa parang yang sempat membuat warga Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, resah akhirnya terungkap.
Foto viral tersebut ternyata hanya hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dibuat seorang pelajar SMA berinisial RH (16).
RH, siswa asal Kabupaten Pelalawan itu, akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat setelah aksinya membuat geger warga.
Foto pocong menyeramkan tersebut pertama kali beredar di grup WhatsApp warga Desa Makmur SP6 pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.
Dalam narasi yang menyertainya disebutkan ada pocong membawa parang mendatangi rumah warga.
Informasi itu dengan cepat menyebar luas hingga membuat masyarakat panik dan ketakutan, terlebih saat kondisi listrik di sejumlah wilayah sedang padam.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak cepat menelusuri sumber penyebaran informasi tersebut karena dinilai meresahkan masyarakat.
“Foto tersebut membuat masyarakat resah, terutama saat kondisi mati lampu. Sehingga polisi bergerak cepat menelusuri asal mula beredarnya informasi pocong tersebut,” ujar Hasyim, Rabu (27/5/2026).
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa RH merupakan orang pertama yang membuat sekaligus menyebarkan foto dan narasi pocong tersebut.
Personel Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Kerinci kemudian membawa RH ke Mapolsek untuk dimintai klarifikasi melalui video.
Dalam pengakuannya, RH mengaku sengaja membuat foto pocong menggunakan aplikasi AI hanya untuk iseng dan menakut-nakuti temannya.
“Yang bersangkutan mengakui dirinya yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut kepada temannya hanya untuk iseng dan ingin menakut-nakuti,” kata Hasyim.
RH juga mengakui foto pocong membawa parang yang viral itu dibuat menggunakan teknologi AI agar terlihat lebih menyeramkan dan meyakinkan.
Untuk meredam keresahan masyarakat, polisi meminta RH membuat video klarifikasi serta surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Polsek Pangkalan Kerinci juga akan melakukan pengawasan terhadap pelajar tersebut,” tambah Hasyim.
Polda Riau turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial ataupun grup percakapan.
Warga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.





