Olahraga

Balap Sepeda Sumbar Pecah Telur di PON XXI Setelah Penantian 35 Tahun

×

Balap Sepeda Sumbar Pecah Telur di PON XXI Setelah Penantian 35 Tahun

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Setelah penantian panjang selama 35 tahun, cabang olahraga (Cabor) balap sepeda Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya kembali meraih medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Terakhir kali balap sepeda Sumbar meraih medali pada PON XIII 1989, saat tim yang dipimpin oleh Nurhayati berhasil membawa pulang dua emas dan satu perak.

Kini, sejarah kembali terukir melalui Ade Meisa, pembalap Sumbar yang sukses meraih medali perunggu di nomor Individual Road Race Putra B.

Lomba ini berlangsung di Jalan Raya Tebing Tinggi, Parapat, Sumatera Utara, dengan jarak tempuh 70 kilometer.

Ade Meisa mencatatkan waktu 2 jam 01 menit 17,105 detik, cukup untuk mengamankan posisi ketiga.

Medali emas pada nomor ini diraih oleh Muhammad Reza Maulana, rider tuan rumah Sumatera Utara, dengan catatan waktu 2 jam 01 menit 15,968 detik.

Baca Juga  Usai Gagal Menang Dua Laga, Persib Bidik Kebangkitan Hadapi Borneo FC di GBLA

Sementara medali perak diraih oleh Julian Abimanyu dari Banten dengan waktu 2 jam 01 menit 17,105 detik, nyaris bersamaan dengan Ade Meisa.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar, Erick Hariyona, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, pencapaian medali oleh Ade Meisa ini adalah yang pertama setelah 35 tahun di PON,” ujar Erick saat dihubungi via WhatsApp, Minggu (15/9).

Sekretaris Umum ISSI Sumbar, Budi Azwar, juga menyoroti bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari pembinaan jangka panjang yang telah dilakukan selama lebih dari satu dekade.

“Ini buah dari kerja keras pembinaan yang berkelanjutan sejak kepemimpinan Irwan Fikri, dilanjutkan oleh Prof James Hellyward, dan kini diteruskan oleh Erick Hariyona,” jelas Budi.

Menurut Budi, harapan Sumbar untuk meraih medali emas sebenarnya ada pada nomor yang sama, di mana Ade Meisa diandalkan untuk meraih hasil terbaik.

Baca Juga  Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Terpukau Atmosfer Stadion Manahan

“Kita memang berharap besar pada Ade Meisa di nomor ini, karena menjadi andalan kita,” katanya.

Sumbar juga menurunkan satu pembalap lainnya di nomor yang sama, yaitu Khalifatul Umar Sidiq.

Sayangnya, Khalifatul hanya mampu finis di posisi ke-14 dengan catatan waktu 2 jam 5 menit 38,187 detik.

Sebelumnya, Khalifatul telah menjalani pelatihan di Korea Selatan sebelum tampil di PON.

Dalam nomor Individual Road Race Putra B ini, sebanyak 32 pembalap turut berkompetisi, namun dua di antaranya gagal menyelesaikan balapan alias “Do Not Finish” (DNF).

Dengan pencapaian ini, Sumbar akhirnya mampu memutus puasa medali di cabor balap sepeda, membuka harapan baru untuk prestasi yang lebih tinggi di masa depan.(*)