INGATLAH – Sebuah insiden yang dinilai mencoreng marwah organisasi mewarnai rangkaian debat calon Ketua Umum BPP HIPMI yang berlangsung di Hotel Merusaka, Bali, pada 23 Mei 2026.
Seorang oknum kader HIPMI asal Riau berinisial RI diduga menggunakan pod getar saat berada di ruang VIP ketika debat kandidat tengah berlangsung.
Menurut informasi yang beredar di kalangan kader HIPMI yang hadir di acara itu, oknum tersebut terlihat mengenakan jaket atribut salah satu calon Ketua Umum BPP HIPMI nomor urut 2, Ade Jona, saat kejadian terjadi.
Namun hingga kini belum ada keterangan dari pihak terkait.
Peristiwa itu disebut tidak banyak diketahui oleh peserta umum karena terjadi di area VIP dan berlangsung di luar sorotan utama forum debat.
Meski demikian, kabar mengenai insiden tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan internal peserta Munas dan langsung memicu reaksi keras dari sejumlah kader HIPMI yang hadir.
Insiden ini dinilai sangat memprihatinkan karena debat calon Ketua Umum BPP HIPMI turut dihadiri Abdul Latief, sosok pendiri sekaligus Ketua Umum pertama HIPMI yang selama ini dikenal sebagai simbol perjuangan pengusaha muda nasional. Kehadiran tokoh senior HIPMI itu membuat banyak kader merasa malu dan menilai tindakan tersebut tidak pantas terjadi dalam forum resmi organisasi.
“Acara ini adalah forum resmi organisasi nasional. Semua kader seharusnya menjaga etika dan marwah HIPMI. Bagi saya ini sangat memalukan,” ujar salah satu peserta yang hadir di lokasi dan meminta namanya tidak dipublikasikan.
Beberapa peserta menyebut oknum tersebut sempat mendapat teguran keras sebelum akhirnya diduga diminta keluar dari area kegiatan oleh pihak keamanan setelah tindakannya diketahui. Situasi itu disebut sempat menjadi pembicaraan tertutup di kalangan peserta VIP dan panitia internal acara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia debat, panitia Munas, maupun pihak terkait mengenai detail kronologi dan langkah lanjutan atas insiden tersebut.
Di tengah dinamika Munas HIPMI yang berlangsung ketat dan penuh tensi politik organisasi, sejumlah kader berharap kejadian tersebut tidak mengaburkan substansi utama forum, yakni adu gagasan, visi, dan arah kepemimpinan baru HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia.





