JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah diprediksi menjadi pemicu utama kenaikan harga.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan berdasarkan pola historis selama periode Idul Adha 2022 hingga 2025, momen hari besar keagamaan tersebut umumnya diikuti kenaikan inflasi. Hanya pada Idul Adha 2024 tercatat terjadi deflasi.
“Secara umum pada momen Hari Raya Idul Adha tahun 2022 sampai 2025 terjadi inflasi, kecuali pada 2024 yang mengalami deflasi,” ujar Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (25/5).
Meski demikian, ia menjelaskan tingkat inflasi pada Idul Adha umumnya lebih rendah dibandingkan inflasi saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Pengecualian terjadi pada tahun 2022 ketika inflasi Idul Adha tercatat lebih tinggi dibandingkan periode Lebaran.
Menurut Pudji, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi saat Idul Adha. Sementara pada Juni 2024, saat terjadi deflasi, kondisi tersebut dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti bawang merah, tomat, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Selain itu, komponen harga bergejolak (volatile food) menjadi penyumbang utama inflasi pada Idul Adha 2022 dan 2025, sekaligus berkontribusi terhadap deflasi terbesar pada Idul Adha 2024. Adapun pada 2023, komponen inti tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar.
“Komponen inti menjadi penyumbang andil inflasi terbesar pada momen Hari Raya Idul Adha 2023,” jelasnya.
BPS juga mencatat cabai rawit dan cabai merah menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi selama periode Idul Adha 2022 hingga 2025. Kenaikan harga kedua komoditas tersebut dinilai perlu diantisipasi karena berpotensi memicu lonjakan inflasi di berbagai daerah.
Data BPS menunjukkan, pada minggu ketiga Mei 2026 atau menjelang Idul Adha, terdapat 17 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sementara 21 provinsi lainnya mencatat penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Komoditas penyumbang kenaikan IPH di 17 provinsi tersebut didominasi cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Ini perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong kenaikan inflasi,” tutup Pudji.
Peringatan ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan distribusi dan pasokan bahan pangan agar lonjakan harga menjelang Idul Adha dapat ditekan.





