INGATLAH.COM – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bergerak cepat merespons gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman massal atau black out di sejumlah wilayah Sumatera, Jumat malam (22/5/2026).
Melalui patroli malam Blue Light Patrol dan pengaturan arus lalu lintas, polisi diterjunkan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali di tengah kondisi minim penerangan.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menginstruksikan seluruh personel Ditlantas Polda Riau bersama jajaran Satlantas Polresta dan Polres untuk turun langsung ke lapangan.
Fokus pengamanan dilakukan pada titik rawan gangguan keamanan dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di wilayah Kota Pekanbaru.
Personel lalu lintas disiagakan di sejumlah persimpangan jalan, pusat keramaian, kawasan permukiman, objek vital, hingga ruas jalan yang minim penerangan akibat padamnya listrik.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi tindak kriminalitas selama pemadaman berlangsung.
Berdasarkan informasi sementara, gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Sumatera Bagian Tengah.
Gangguan tersebut memicu black out di sejumlah daerah dan diduga berasal dari jaringan transmisi Rumbai–Muaro Bungo 275 kV.
Akibat gangguan itu, sejumlah provinsi terdampak pemadaman listrik, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau yang masuk dalam sistem kelistrikan Sumbagut.
Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari selama kondisi kelistrikan belum sepenuhnya normal.
“Melalui patroli Blue Light dan pengaturan lalu lintas ini, kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengedukasi para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang minim penerangan akibat pemadaman listrik. Kurangi kecepatan, pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik, patuhi arahan petugas di lapangan, dan utamakan keselamatan dalam berkendara,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski aliran listrik di Kota Pekanbaru telah kembali normal sekitar pukul 21.00 WIB, patroli Blue Light tetap diperkuat untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat maupun keselamatan lalu lintas tetap terjaga.
“Patroli akan terus kami tingkatkan hingga kondisi kelistrikan benar-benar normal di seluruh wilayah. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” tutupnya.
Kehadiran aparat di lapangan selama pemadaman massal dinilai penting untuk menjaga stabilitas situasi, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman di tengah gangguan kelistrikan yang terjadi.





