INGATLAH.COM – Keberhasilan Malut United U18 menjuarai kompetisi EPA Super League 2025/2026 turut dirasakan hingga ke Provinsi Sumatera Barat.
Alasannya, di balik keberhasilan pembinaan pemain muda Malut United itu, terselip nama seorang talenta muda asal Ranah Minang yaitu Fathurrahman Fayyadt Al-Maqdishi.
Pemain yang akrab disapa Fatur itu adalah anak dari pasangan pasangan Rina Mardacelly warga asli Nagari Situjuah Batua dan Boyke Mardonal.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, prestasi itu juga terasa istimewa. Sebab, ada jejak anak daerah yang pernah ditempa dalam sistem pembinaan klub tersebut.
Sosok itu adalah Fathurrahman Fayyadt Al-Maqdishi, pemain muda yang tumbuh dari lapangan-lapangan kecil di Padang hingga merasakan atmosfer kompetisi elite usia muda nasional.

-
Profil dan Prestasi
Informasi yang berhasil INGATLAH.COM himpun, ternyata Fathurrahman lahir di Padang pada 5 Mei 2009.
Di usianya yang masih muda, ia sudah dikenal sebagai pemain serba bisa di lini tengah.
Ia mampu menjalankan peran sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang, posisi yang membutuhkan keseimbangan visi bermain, kreativitas, dan disiplin bertahan.
Putra pasangan Rina Mardacelly dan Boyke Mardonal itu memiliki karakter pekerja keras dan cepat beradaptasi.
Dengan postur sekitar 170 sentimeter dan kaki dominan kanan, Fathurrahman perlahan tumbuh menjadi pemain yang menonjol di setiap jenjang pembinaan yang ia lalui.
Perjalanannya di dunia sepak bola dimulai dari SSB Putra Wijaya.
Dari sana, bakatnya terus berkembang saat bergabung bersama PRA PPLP Sumbar, SSB Imam Bonjol Padang, hingga Padang City FC.
Kemampuannya kemudian membawanya bergabung bersama EPA Malut United U-16 pada musim 2024/2025.
Kini, Fathurrahman menjalani pendidikan sekaligus pembinaan sepak bola di SMA Negeri 4 Sumbar (SKO), tempat lahirnya banyak atlet muda berbakat dari Ranah Minang.
Meski belum genap berusia 17 tahun, Fathurrahman telah mengoleksi sejumlah prestasi di level usia dini dan remaja.
Ia pernah meraih juara di Anniversary Soccer Tournament U-13 ASKAB PSSI Bungo bersama Putra Wijaya FC pada 2021.
Pada 2022, ia tampil di Kejurnas Liga Muda FOPPSI U-14 Semarang bersama Padang City FC dan sukses membawa tim meraih peringkat keempat Seri Nasional Liga Sentra U-13 di Malang.
Di tahun yang sama, ia juga menjadi juara Kejuaraan MTsN se-Sumbar.
Perjalanan prestasinya berlanjut pada 2023 ketika berhasil meraih juara ketiga Liga Top Skor Sumbar bersama Imam Bonjol FC dan tampil di Seri Nasional Liga Top Skor Jakarta.
Sementara pada 2024, Fathurrahman membawa timnya menembus perempat final Piala Soeratin U-15 Zona Sumbar serta menjadi runner-up Kasang Cup U-15, sebelum akhirnya bermain di EPA Liga 1 U-16 bersama Malut United.

-
Harapan Baru dari Situjuah Batua
Bagi masyarakat Nagari Situjuah Batua, perjalanan Fathurrahman menjadi simbol harapan baru.
Di tengah persaingan sepak bola modern yang semakin ketat, lahirnya pemain muda dari daerah membuktikan bahwa mimpi besar tetap bisa tumbuh dari kampung-kampung kecil di Sumatera Barat.
Pelatih muda asal Situjuah, Hendra, menyebut keberhasilan Fathurrahman menjadi bukti bahwa daerah tersebut tidak pernah kehabisan talenta sepak bola berbakat.
“Ini menjadi bukti bahwa Nagari Situjuah Batua tidak pernah kehabisan talenta muda sepak bola. Ini juga membuktikan bahwa di mana ada kemauan, di situ ada jalan menuju sukses. Semoga prestasi yang diraih Fathurrahman bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Sumatera Barat, khususnya di Situjuah, untuk mengikuti jejak yang sama,” ujarnya.
Kisah Fathurrahman mungkin baru dimulai. Namun bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama generasi muda di Lima Puluh Kota, perjalanan pemain muda itu telah menjadi bukti bahwa mimpi untuk menembus sepak bola nasional bukan lagi sesuatu yang mustahil.





