INGATLAH.COM – Pertandingan sepak bola antara Aceh melawan Sulawesi Tengah (Sulteng) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 berujung ricuh, menyusul sejumlah keputusan kontroversial dari wasit Eko Agus Sugiharto.
PSSI menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan kekecewaannya terhadap insiden tersebut.
“Ini sangat memalukan. PSSI akan mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Investigasi akan dimulai dari kepemimpinan wasit hingga reaksi tidak pantas dari pemain Sulteng, Muhammad Rizki, yang memukul wasit.
Erick menyebut bahwa hukuman berat, termasuk larangan seumur hidup, bisa saja diberikan kepada wasit jika terbukti bersalah.
“Kami tidak akan menoleransi tindakan yang melanggar prinsip fair play. Sanksi ini adalah pesan kuat bahwa sepak bola Indonesia menolak segala bentuk praktik tidak sportif.”
Sebagai langkah perbaikan, PSSI juga mengambil keputusan untuk menggantikan seluruh wasit di laga semifinal dan final PON XXI dengan wasit terbaik dari Liga 1 dan Liga 2 guna meningkatkan kualitas pertandingan.
Insiden kontroversial ini bermula ketika wasit Eko mengeluarkan sejumlah keputusan yang memicu kemarahan pemain dan ofisial Sulteng.
Pada menit ke-75, wasit memberikan kartu merah kepada Wahyu Pori, pemain Sulteng, atas pelanggaran yang dianggap mirip dengan kejadian sebelumnya di babak pertama, namun tidak diganjar pelanggaran bagi pemain Aceh.
Tak berhenti di situ, beberapa keputusan lain seperti penalti yang dipertanyakan turut memanaskan suasana.
Ketegangan memuncak ketika Muhammad Rizki, pemain Sulteng, melayangkan pukulan ke wasit Eko.
Wasit pun harus menerima perawatan sebelum digantikan oleh wasit cadangan, Fadil Nurdiana.
Meski Sulteng sempat menahan tendangan penalti Aceh, mereka akhirnya memilih mengundurkan diri dari pertandingan di babak tambahan waktu.
Aceh pun dinyatakan lolos ke semifinal. (*)





