INGATLAH.COM – Penyerang sayap Arema FC, Gabriel Silva, mulai mencuri perhatian Aremania berkat penampilan impresifnya bersama Singo Edan di kompetisi BRI Super League 2025/26.
Didatangkan pada awal putaran kedua, pemain asal Brasil yang akrab disapa Gabi itu langsung memberi warna baru di lini serang Arema FC.
Kecepatan dan agresivitasnya di sektor sayap membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam beberapa laga terakhir.
Meski tampil apik dan telah mengoleksi lima gol serta satu assist, Gabi menegaskan bahwa performanya tidak lepas dari kerja sama seluruh pemain Arema FC.
“Penampilan saya sejauh ini tentu karena bantuan rekan-rekan setim. Kami bekerja keras bersama di setiap pertandingan,” ujar Gabi.
Pemain berusia 26 tahun itu juga mengaku bersyukur atas kontribusi yang mampu ia berikan untuk tim berjuluk Singo Edan tersebut.
“Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman di tim, dan terutama kepada Tuhan atas pencapaian ini,” lanjutnya.
Gabi menambahkan, Arema FC kini tengah fokus menatap dua pertandingan tersisa musim ini. Ia menegaskan seluruh pemain memiliki target untuk menutup kompetisi dengan hasil maksimal demi membahagiakan para pendukung setia.
“Kami ingin memenangkan sisa pertandingan untuk para pendukung Arema yang selalu memberikan dukungan kepada kami,” katanya.
Kemenangan pada laga terakhir disebut Gabi turut mengembalikan kepercayaan diri tim setelah sempat mengalami tekanan.
“Syukurlah kami bisa kembali mendapatkan rasa percaya diri setelah kemenangan terakhir. Sekarang saatnya fokus menghadapi dua laga sisa,” tutupnya.
Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan kemenangan meyakinkan Arema FC atas PSM Makassar pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5), ternyata tidak hanya ditentukan oleh tajamnya lini serang.
Di balik performa impresif Singo Edan, terdapat perubahan strategi yang perlahan mulai membuahkan hasil di tangan pelatih Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil itu sukses mengubah wajah permainan Arema FC setelah sebelumnya tim kerap tampil rapuh di lini pertahanan.
Jika pada awal musim Arema lebih sering menggunakan formasi empat bek, kini Singo Edan tampil lebih solid dengan skema lima bek yang membuat organisasi permainan menjadi lebih seimbang.
Tak hanya itu, Marcos Santos juga mengubah peran Betinho dengan menariknya lebih dalam untuk membantu sektor pertahanan.
Langkah tersebut terbukti efektif dalam memperkuat lini belakang Arema FC yang sebelumnya sering kesulitan mengantisipasi serangan lawan.
Marcos Santos mengakui perubahan taktik itu lahir dari kebutuhan tim, terutama saat Arema mengalami krisis pemain bertahan akibat cedera.
“Sebenarnya bagi saya ini juga pengalaman baru untuk semakin mengenal Liga Indonesia seiring berjalannya putaran dan pertandingan. Dan karena kebutuhan tim juga, ada momen ketika kami hampir tidak memiliki bek tengah,” ujar pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Cedera yang menimpa sejumlah pemain belakang membuat Arema dipaksa mencari solusi cepat agar performa tim tetap stabil. Dalam beberapa laga sebelumnya, Singo Edan terlalu mudah kebobolan dan kesulitan menjaga konsistensi permainan.
Situasi itulah yang akhirnya mendorong Marcos Santos memperkuat struktur pertahanan timnya.
“Karena itu kami harus membangun struktur pertahanan yang lebih baik karena sebelumnya kami terlalu banyak kebobolan. Dan ternyata itu cocok,” lanjutnya.
Peran Betinho menjadi salah satu perubahan paling menonjol dalam skema baru Arema FC. Gelandang asal Brasil tersebut kini lebih aktif membantu pertahanan demi menjaga keseimbangan permainan tim.
Hasil positif langsung terlihat saat menghadapi PSM Makassar. Arema tampil jauh lebih disiplin dan mampu meredam agresivitas lini depan Juku Eja yang beberapa kali mencoba menekan melalui Rizky Eka dan Yuran Fernandes.
Koordinasi lini belakang Arema pun terlihat lebih rapi dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Penjaga gawang Singo Edan juga tampil lebih nyaman karena mendapat perlindungan maksimal dari para pemain bertahan.
Bahkan hingga peluit akhir dibunyikan, Arema FC sukses mencatat clean sheet penting di tengah tekanan yang cukup besar dari tim tamu.
Marcos Santos pun memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang dinilai cepat memahami perubahan sistem permainan yang diterapkan.
“Tetapi semua itu karena para pemain sudah mulai memahami ketika ada perubahan sistem permainan, bahkan tanpa mengganti pemain atau komposisi tim,” kata Marcos Santos.
“Mereka sudah bisa memahami perubahan sistem tersebut. Jadi ini adalah kredit untuk para pemain karena mereka mengerti model permainan yang dimiliki Arema saat ini,” pungkasnya.





