PEKANBARU – PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali bersinergi dengan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, pada Jumat (1/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Embung Ekowisata Desa Dayun tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain perwakilan SKK Migas Sumbagut Suci Masliawati, Kepala Desa Dayun Nasya Nugrik, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, perwakilan Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta siswa dan guru SMA Negeri 2 Dayun.
Kepala Desa Dayun, Nasya Nugrik, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan embung yang dibangun masyarakat sebagai destinasi ekowisata desa.
Menurut dia, kawasan tersebut kini menjadi salah satu tujuan rekreasi warga, khususnya saat akhir pekan dan hari libur, serta memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
“Program penanaman pohon ini sejalan dengan upaya yang telah kami lakukan. Kami berharap, bibit tanaman buah yang ditanam dapat menambah daya tarik kawasan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati, mengatakan program bertajuk “Grow” merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain menciptakan kawasan yang hijau dan asri, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi mangga, rambutan, jeruk, nangka, matoa, jeruk nipis, dan lengkeng.
Sementara itu, perwakilan Community Development BSP, Tengku Muchlis, menegaskan kegiatan penanaman pohon akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.
“Selama ini kita telah banyak memanfaatkan sumber daya alam. Melalui program ini, kami berupaya menjaga keseimbangan lingkungan. Satu pohon yang ditanam dapat menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Siak dalam mewujudkan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan di masa mendatang.*





