PEKANBARU – Wali Kota Agung Nugroho terus menghadirkan terobosan baru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan di Pekanbaru.
Kali ini, pemerintah kota menyiapkan program penghargaan khusus bagi warga yang aktif melaporkan pelanggaran lingkungan, terutama praktik pembuangan sampah ilegal.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah strategis menuju visi Pekanbaru sebagai Green City atau Kota Hijau yang bersih, tertib, dan nyaman dihuni.
Tidak sekadar imbauan, Pemerintah Kota kini mengajak masyarakat menjadi pengawas lingkungan di wilayah masing-masing.
Warga yang berani melapor dan terbukti membantu penanganan masalah perkotaan akan mendapatkan apresiasi nyata berupa hadiah.
Dalam waktu dekat, seorang warga teladan dijadwalkan menerima penghargaan setelah melaporkan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar tersembunyi di Kecamatan Binawidya.
Laporan tersebut diterima melalui layanan darurat TRC 112 Pekanbaru yang dikelola oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Ini bentuk apresiasi kami kepada warga yang peduli. Keberanian masyarakat melaporkan pelanggaran sangat membantu pemerintah menjaga kebersihan kota,” ujar Agung, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, pemberian reward bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bentuk pengakuan atas partisipasi publik dalam menjaga lingkungan.
Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Melalui skema ini, setiap sudut kota diharapkan memiliki “mata pengawas” dari warga sendiri sehingga praktik pembuangan sampah liar dapat ditekan secara berkelanjutan.
Program penghargaan tersebut juga tidak berhenti pada satu penerima saja. Pemerintah memastikan warga lain yang memberikan laporan valid akan memperoleh kesempatan serupa.
Bentuk apresiasi yang disiapkan pun beragam, mulai dari voucher belanja hingga hadiah menarik lainnya.
Selain persoalan sampah, Wali Kota juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum dari aksi pencurian.
Warga diminta segera melapor jika menemukan indikasi kerusakan atau pencurian aset daerah seperti lampu jalan maupun penutup drainase.
Dengan memadukan sistem pelaporan digital dan pemberian insentif kepada masyarakat, Agung optimistis budaya peduli lingkungan akan semakin tumbuh, sekaligus mempercepat terwujudnya Pekanbaru sebagai kota yang bersih, aman, dan berkelanjutan.





