KEDIRI – Pelatih Carlos Pena mengaku kecewa setelah Persita Tangerang harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah Persik Kediri pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/26.
Bermain di Stadion Brawijaya, Minggu (19/4) sore, Persita sebenarnya tampil cukup menjanjikan sejak menit awal. Pendekar Cisadane mampu menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, namun justru Persik yang berhasil mencuri keunggulan melalui gol tunggal Jan Toral di babak pertama.
Carlos Pena menilai timnya memulai pertandingan dengan baik, tetapi kehilangan fokus pada momen krusial yang akhirnya berujung gol lawan.
“Kami memulai pertandingan dengan baik, menciptakan beberapa peluang dan mampu mengganggu aliran bola lawan,” ujar Pena usai pertandingan.
Namun, ia menyoroti kesalahan elementer di lini pertahanan yang membuat pemain Persik lepas dari pengawalan di dalam kotak penalti.
“Kami kebobolan dari kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Ada satu pemain yang bebas tanpa penjagaan di kotak penalti dan mereka memanfaatkannya menjadi gol,” jelasnya.
Memasuki babak kedua, Persita kesulitan mengembangkan permainan. Serangan yang dibangun tak mampu menghasilkan peluang bersih untuk menyamakan kedudukan. Pena bahkan hanya mengingat satu peluang matang yang tercipta melalui Nur Hardianto.
“Kami tidak bisa mencetak gol dan hampir tidak membuat peluang emas di babak kedua. Tentu saya kecewa dengan hasil ini,” tambahnya.
Kekalahan tersebut menjadi alarm serius bagi Pendekar Cisadane yang kini mencatat tiga kekalahan beruntun jelang akhir musim kompetisi.
Tantangan berat berikutnya sudah menanti. Persita dijadwalkan menjamu Bali United FC pada pekan ke-29 di Banten International Stadium, Kamis (23/4) pukul 15.30 WIB. Laga tersebut menjadi momentum penting bagi Persita untuk bangkit sekaligus menghentikan tren negatif yang tengah membayangi tim.





