KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan pemberantasan korupsi melalui pendekatan kreatif dan edukatif. Hal itu terlihat dari dukungan penuh terhadap kegiatan Movie Day Riau 2026 dalam rangka Anti Corruption Film Festival (ACFFEST) yang digelar bersama Komunitas Film Pekanbaru.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang menjadikan Kabupaten Kampar sebagai salah satu daerah penyelenggara pemutaran film ACFFEST 2026, bersama Kota Pekanbaru dan Rengat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran publik mengenai bahaya korupsi melalui media yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam upaya pemberantasan korupsi melalui media edukatif yang kreatif dan inspiratif,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersatu membangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus bersama melawan korupsi. Melalui ACFFEST ini, kami mengajak masyarakat semakin sadar dan aktif berperan dalam gerakan pemberantasan korupsi,” tegasnya.
Bupati Kampar juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang dinilai konsisten menghadirkan program edukasi publik melalui pendekatan sinema. Ia berharap kegiatan Movie Day Riau 2026 mampu menanamkan nilai integritas sekaligus memperkuat gerakan antikorupsi di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Koordinator Program ACFFEST, Epi Handaya, menilai pendekatan film mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih membumi dan relevan dengan realitas sosial masyarakat.
Menurutnya, ACFFEST tidak sekadar menjadi ruang apresiasi karya sineas, tetapi juga sarana edukasi berkelanjutan untuk membangun kesadaran kritis terhadap praktik korupsi di lingkungan sekitar.
“Melalui film, pesan antikorupsi dapat disampaikan secara lebih emosional dan mudah dipahami. Karena itu, KPK mendorong keterlibatan komunitas, pelajar, dan pegiat film lokal agar gerakan antikorupsi tidak berhenti pada kampanye semata,” ungkap Epi.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat sehingga nilai integritas tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Selama lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, ACFFEST telah berkembang menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan sineas, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum dalam satu gerakan bersama melawan korupsi.





