INGATLAH.COM – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 tengah menjadi sorotan tajam terkait dugaan masalah infrastruktur dan manajemen penyelenggaraan.
Sejumlah video yang menunjukkan kondisi sarana-prasarana di Sport Center PON Sumut beredar di media sosial, memicu perhatian publik dan penegak hukum.
Dalam beberapa video, tampak atlet harus melewati jalan rusak dan jembatan kayu sementara di lokasi pertandingan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, termasuk keluhan dari manajer atlet dan pengurus cabang olahraga.
Ada yang mengeluhkan makanan yang terlambat datang, sementara atlet panjat tebing tampak beristirahat dengan hanya menggunakan tenda terpal.
Terkait hal ini, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri segera melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum dalam persiapan ajang multievent nasional ini.
Kombespol Arief Adiharsa, Wadir Dittipidkor Bareskrim, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Menpora dan satgas pendampingan PON sudah dilakukan.
“Kami sudah mengirimkan tim ke lokasi di Aceh dan Sumut,” ujar Arief, Kamis (12/9).
Tim yang dikirim terdiri dari lima orang dan akan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung, BPKP, serta tim lokal dari Polda Aceh dan Polda Sumut.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyatakan bahwa persiapan venue di Aceh dan Sumut sebenarnya sudah hampir 100 persen.
Namun, ia mengakui adanya banyak keluhan dari masyarakat terkait akses yang belum selesai.
“Kami melihat akses ke lokasi memang masih banyak yang perlu diselesaikan,” ujar Dito.
Dito juga merespons keluhan soal makanan yang diterima atlet, seperti nasi boks dengan isi yang dianggap kurang layak.
Ia memastikan laporan-laporan tersebut akan dikroscek dan diambil langkah perbaikan segera.
“Kami meminta maaf atas koordinasi yang kurang berjalan lancar, namun kami pastikan semua pertandingan tetap dapat dilaksanakan,” tambahnya.
Dalam upaya memperbaiki infrastruktur dan sarana pendukung, Kementerian PUPR juga dilibatkan, dengan bantuan konstruksi dari TNI dan Polri yang bekerja keras mengejar penyelesaian proyek. (*)





