PEKANBARU – Menjelang akhir tahun ajaran, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh sekolah agar tidak menggelar acara perpisahan secara berlebihan, terutama yang dilaksanakan di hotel-hotel mewah dengan biaya tinggi.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Pemko Pekanbaru, mulai dari TK, SD hingga SMP, baik sekolah negeri maupun swasta. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi wali murid.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa kegiatan perpisahan yang terlalu mewah berpotensi membebani orang tua siswa, baik secara ekonomi maupun psikologis.
“Kami mengimbau sekolah tidak menggelar perpisahan secara berlebihan, apalagi sampai di hotel dengan biaya tinggi. Ini sangat memberatkan wali murid di tengah kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, anggaran keluarga seharusnya lebih difokuskan untuk kebutuhan pendidikan lanjutan siswa, bukan untuk kegiatan seremonial yang bersifat sementara.
Selain faktor ekonomi, kebijakan ini juga sejalan dengan upaya efisiensi yang tengah digalakkan pemerintah. Sekolah didorong untuk lebih kreatif dalam merancang kegiatan perpisahan yang sederhana namun tetap berkesan.
“Perpisahan tetap bisa dibuat bermakna tanpa harus mewah. Yang penting nilai kebersamaan dan kenangannya,” tambahnya.
Pemko Pekanbaru juga menegaskan tidak ada pengecualian dalam penerapan kebijakan ini. Seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, diminta mematuhi imbauan demi menjaga kesetaraan dan kondusivitas di lingkungan pendidikan.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah daerah membuka kanal pengaduan bagi wali murid yang merasa terbebani dengan pungutan biaya perpisahan.
“Nantinya laporan dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Jika masih ditemukan kegiatan berlebihan, akan ada pembinaan langsung ke sekolah terkait,” tegas Markarius.
Dengan kebijakan ini, Pemko Pekanbaru berharap tradisi perpisahan dapat tetap berlangsung secara sederhana, inklusif, dan tidak membebani masyarakat.





