INGATLAH.COM – Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Kepulauan Meranti langsung bergerak cepat setelah menerima laporan adanya penumpang kapal yang melompat ke laut di perairan Desa Repan, Kecamatan Rangsang.
Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, menyebutkan bahwa laporan diterima sekitar pukul 16.40 WIB. Sebanyak tujuh personel langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung melakukan penyisiran di area yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.
Upaya pencarian terus dilakukan hingga sore hari. Namun karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan, operasi SAR sementara dihentikan pada pukul 18.30 WIB.
“Pencarian malam hari cukup berisiko, sehingga kita putuskan untuk menghentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya,” ujar Prima Herrie, Sabtu (11/4/2026).
Memasuki hari kedua, Sabtu pagi, tim kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran. Berbagai metode digunakan, termasuk patroli laut dan pemantauan di sekitar pesisir.
Meski demikian, hingga siang hari, korban masih belum ditemukan. Tim SAR tetap berupaya maksimal dengan melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat proses pencarian.
Prima Herrie juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung. Ia berharap korban segera ditemukan dalam kondisi apa pun.





