RiauPelalawan

Kolaborasi Polda Riau Padamkan Karhutla di Gambut Pelalawan, 160 Personel Dikerahkan

×

Kolaborasi Polda Riau Padamkan Karhutla di Gambut Pelalawan, 160 Personel Dikerahkan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Sinergi lintas sektor kembali membuahkan hasil. Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Riau bersama TNI, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4/2026).

Kebakaran yang terjadi di Desa Gambut Mutiara sempat menjadi perhatian karena titik api tidak terpantau dalam sistem Dashboard Lancang Kuning (DLK).

Meski demikian, respons cepat tim di lapangan memastikan api tidak meluas.

Kepala Biro Operasi Polda Riau, Ino Harianto, yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus didukung patroli aktif dan koordinasi lapangan.

“Kami tidak hanya bergantung pada sistem monitoring, tetapi juga mengedepankan patroli darat dan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Begitu ditemukan titik api, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.

Baca Juga  Begini Kata Pankov Soal Clean Sheet Persija di Liga 1

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 10 hektare dengan kondisi semak belukar yang kering.

Cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Medan yang sulit dijangkau dan kontur gambut yang kering membuat penanganan harus menggunakan strategi khusus. Namun berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan dan kini hanya tersisa titik asap,” jelasnya.

Upaya ini juga melibatkan sejumlah pejabat penting, di antaranya I Ketut Gede Adi Wibawa dan Rendra Dwi Ardhani, yang menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan karhutla.

Bupati Pelalawan, Zukri, turut mengapresiasi langkah cepat seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi.

Baca Juga  Ratusan Warga Pekanbaru Padati Nobar Piala Dunia 2026, Spanyol vs Belgia Disambut Meriah

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Polda Riau dan seluruh tim gabungan. Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pelalawan, John Louis Letedara, menyampaikan bahwa proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Kondisi saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik, sehingga pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Sebanyak 160 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Langkah cepat dan kolaboratif ini menjadi bukti komitmen semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah meluasnya karhutla di wilayah rawan gambut, khususnya di Provinsi Riau.