DUMAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kota Dumai, Riau.
Hingga Senin (23/3/2025), sedikitnya 120 hektare lahan di kawasan Tanjung Palas dan Mundam dilaporkan hangus terbakar.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang diperparah dengan tiupan angin kencang.
Kondisi tersebut membuat api dengan cepat menjalar dan meluas, terutama di lahan gambut dan kawasan hutan yang mudah terbakar.
Dalam waktu singkat, si jago merah melalap area luas, memicu munculnya kabut asap tebal yang kini mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Dumai.
Dampaknya tak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga menurunkan jarak pandang yang berpotensi membahayakan para pengendara di jalan raya.
Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tim gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan api.
“Petugas masih berupaya maksimal melakukan pemadaman. Namun, kami menghadapi kendala keterbatasan sumber air serta kondisi cuaca yang panas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kota Dumai, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api dan warga setempat.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.
“Semua pihak kita libatkan, namun kondisi di lapangan memang cukup menantang,” tambahnya.
Pemerintah Kota Dumai juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker guna mencegah gangguan pernapasan.
Hingga kini, kebakaran belum sepenuhnya berhasil dikendalikan, sementara kabut asap masih terus menyelimuti Kota Dumai dan sekitarnya.





