Gaya Hidup

Mengenal Anabul, Sahabat Berbulu yang Mampu Redakan Stres dan Kecemasan

×

Mengenal Anabul, Sahabat Berbulu yang Mampu Redakan Stres dan Kecemasan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Belakangan ini, istilah “anabul” atau “anak bulu” semakin populer di media sosial.

Istilah ini mengacu pada hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing, yang begitu dicintai oleh pemiliknya hingga dianggap seperti anak sendiri.

Namun, memiliki anabul bukan sekadar soal kesenangan saja, ternyata ada banyak manfaat kesehatan, khususnya bagi kesejahteraan psikologis pemiliknya.

Bagi para pemilik hewan peliharaan, hubungan dengan anabul mereka bukan hanya tentang kedekatan emosional.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa memiliki hewan peliharaan dapat memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan mental.

Sebuah studi yang dilansir oleh Colorado Pain Care menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan, terutama anjing, dapat menghasilkan perubahan fisiologis yang positif, seperti menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung, dan merilekskan otot.

Sejak ditemukannya manfaat ini, hewan peliharaan mulai sering digunakan dalam terapi kesehatan mental.

Anjing, misalnya, sering berperan sebagai pendukung emosional yang membantu meredakan stres dan kecemasan.

Baca Juga  Ternyata Ini Penyebab BlackBerry Kalah Saing dengan HP Layar Sentuh Lainnya

Bahkan, kontak sederhana seperti membelai atau menatap anjing bisa memicu pelepasan hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai “hormon cinta”.

Hormon ini biasanya diproduksi saat kita merasakan ikatan emosional, seperti pada hubungan antara ibu dan bayi.

Tidak hanya itu, oksitosin juga berperan penting dalam mengurangi stres. Sebuah studi tahun 2006 bahkan menemukan bahwa tikus yang diberi oksitosin mengalami penurunan kecemasan dan stres.

Hal ini menunjukkan bahwa hormon tersebut tidak hanya memengaruhi manusia, tetapi juga berperan besar dalam ikatan emosional dengan hewan peliharaan.

Interaksi antara pemilik dan anjing, terutama kontak mata, dapat memicu produksi oksitosin, yang pada akhirnya memperkuat hubungan emosional antara keduanya.

Inilah mengapa anjing sering dijadikan hewan pendukung emosional yang sangat efektif dalam mengatasi kecemasan, terutama pada anak-anak.

Baca Juga  INFO LOKER 2024, RSU Bunda Padang Butuh Tenaga Kerja Perawat dan Analis Labor

Studi lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan bahwa anak-anak yang memiliki anjing lebih jarang mengalami kecemasan dibandingkan dengan yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Selain manfaat biokimia, memiliki anabul juga dapat memberi makna dan tujuan dalam hidup pemiliknya.

Rasa tanggung jawab dan kebutuhan untuk merawat makhluk lain bisa meningkatkan harga diri dan memberikan kepuasan emosional.

Manfaat lain yang bisa didapat dari memelihara anabul meliputi:

  • Mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.
  • Membantu mengatasi rasa kesepian.
  • Meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.
  • Mendukung pemulihan psikologis setelah krisis.
  • Memberikan efek terapeutik yang signifikan.

Namun, memelihara anabul, terutama anjing, tidak bisa dilakukan sembarangan.

Kesehatan mereka juga perlu dijaga dengan baik, terutama dari segi nutrisi dan pakan yang berkualitas.

Anabul yang sehat akan membuat hubungan emosional semakin kuat dan bermanfaat bagi pemiliknya. (*)