Pelalawan

Anak Harimau Sumatera yang Sempat Memangsa Ternak Warga di Pelalawan Berhasil Diamankan

×

Anak Harimau Sumatera yang Sempat Memangsa Ternak Warga di Pelalawan Berhasil Diamankan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Seekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang sebelumnya beberapa kali memangsa ternak warga di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan berhasil diamankan.

Upaya mitigasi yang dilakukan Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat dan masyarakat dengan memasang kandang jebak berhasil pada Selasa (10/3/2026) malam dengan menggunakan umpan sisa ternak yang dimangsa hewan ciri khas pulau Sumatera itu.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin menjelaskan bahwa kemunculan satwa dilindungi tersebut telah terpantau sejak beberapa waktu terakhir di sekitar permukiman warga di wilayah Tanjung Pulai.

“Sejak akhir Februari kami menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan harimau yang mulai mendekati kawasan permukiman dan melakukan pemasangan box trap dibeberapa lokasi jalur harimau,” ujar Ujang, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga  Ditlantas Polda Riau Terjunkan Tim TAA Selidiki Kecelakaan Maut di Pelalawan

“Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, saat tim melakukan pemantauan, harimau tersebut terpantau telah masuk ke dalam kandang jebak sehingga berhasil diamankan dengan aman,” tambahnya.

Pada Rabu (11/3/2026), tim melakukan proses evakuasi dengan memindahkan satwa dari kandang jebak ke kandang angkut. Proses tersebut dilakukan melalui prosedur pembiusan oleh tim dokter hewan BBKSDA Riau.

“Begitu dipastikan masuk perangkap, tim langsung melakukan pengamanan lokasi untuk menghindari kerumunan warga dan memastikan satwa tetap dalam kondisi aman,” jelas Ujang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, satwa tersebut merupakan anak harimau betina dengan perkiraan usia kurang dari satu tahun.

Baca Juga  Oknum Polisi di Pelalawan Terjerat Kasus Asusila dan Aborsi, Kini Ditahan di Rutan Propam

“Secara umum kondisinya sehat, tidak ditemukan luka pada tubuhnya. Namun secara fisik terlihat agak kurus sehingga perlu pemantauan dan pemulihan kondisi,” tambahnya.

Saat ini anak harimau tersebut ditempatkan di pusat penyelamatan satwa milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo untuk menjalani observasi serta pemulihan kesehatan sebelum nantinya dipertimbangkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

BBKSDA Riau juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses penanganan konflik satwa liar tersebut, mulai dari aparat TNI, Polri, perusahaan kehutanan hingga masyarakat setempat.

“Sinergi berbagai pihak sangat penting dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor jika menemukan tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman,” tutup Ujang.