INGATLAH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar agenda buka puasa bersama di Rumah Makan Cik Elok, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sabtu (7/3/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini difokuskan sebagai ruang konsolidasi bagi para pengurus dan tokoh masyarakat Pariaman di perantauan.
Suasana kekeluargaan terasa kental dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus organisasi, tokoh-tokoh terkemuka asal Pariaman, hingga perwakilan mahasiswa.
Ketua DPW PKDP Sumbar, Firdaus, menegaskan bahwa momentum Ramadan ini digunakan untuk memperkuat soliditas internal organisasi.
Ia berharap PKDP dapat berperan lebih besar bagi kemajuan warga Pariaman di berbagai lini.
“Buka bersama ini bagian dari konsolidasi antar pengurus sekaligus silaturahmi dengan tokoh-tokoh Pariaman. PKDP harus menjadi wadah yang menyatukan dan memperkuat peran urang Piaman di berbagai bidang,” ungkap Firdaus.
Lebih lanjut, Firdaus menekankan bahwa PKDP bukan sekadar paguyuban tempat berkumpul, melainkan harus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Organisasi ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Pariaman untuk berkiprah aktif di sektor pemerintahan, ekonomi, pendidikan, hingga sosial.
Hadir dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Prof. Duski Samad, memberikan pandangannya mengenai manajemen organisasi paguyuban agar tetap kokoh dan relevan.
Ia memaparkan tiga poin utama yang menjadi landasan organisasi yang sehat.
“Paguyuban harus menjaga kekompakan, rasa kebersamaan, serta kemampuan mengelola emosi agar tetap solid,” tuturnya.
Kedua, pengelolaan aspek sosial. Menurutnya, paguyuban adalah investasi sosial yang mempertemukan individu dengan beragam latar belakang namun harus memiliki satu tujuan kolektif.
Ketiga adalah penguatan nilai spiritual. Prof. Duski mengingatkan bahwa Pariaman memiliki akar sejarah sebagai pusat peradaban Islam di Sumatera Barat.
“Piaman dikenal sebagai nagari yang kaya secara spiritual. Nilai-nilai itu harus terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, serta perwakilan dari Ikatan Mahasiswa Piaman Raya.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perantau, dan generasi muda dalam menjaga marwah serta kebersamaan masyarakat Pariaman. (*)





