INGATLAH.COM – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar meninjau Pasar Ramadan di Jalan WR Supratman, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail, Rabu (4/3/2026) sore. Kunjungan dilakukan untuk menyapa masyarakat sekaligus memastikan makanan berbuka puasa yang dijual pedagang aman dikonsumsi.
Dalam kunjungan itu, Agung didampingi Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung, Asisten I Masykur Tarmizi, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Sail Farid Irwan Maulana, serta Lurah Cinta Raja. Turut hadir pula petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru.
Kedatangan rombongan disambut antusias para pedagang yang membuka lapak di puluhan tenant Pasar Ramadan tersebut.
Agung bersama Markarius menyambangi satu per satu lapak pedagang. Bahkan, keduanya juga ikut berbelanja takjil atau jajanan berbuka puasa di setiap tenant yang dikunjungi.
“Tadi saya bersama pak wawa (Wawako) belanja sepanjang jalan. Ini upaya kita untuk membantu UMKM sekaligus memang waktunya kita berbagi dan kami melihat makanannya beraneka ragam,” kata Agung usai peninjauan.
Ia menyebutkan, di setiap lapak yang disinggahi dirinya membeli takjil senilai Rp100 ribu sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku usaha kecil yang berjualan di Pasar Ramadan.
Selain itu, Agung juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada para pedagang. Ia berharap aktivitas di Pasar Ramadan dapat berlangsung tertib dan semakin ramai dikunjungi masyarakat.
“Kami bersama pak wawa mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan. Semoga ini lebih tertib dan masyarakat konsumen bisa semakin banyak berbelanja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agung dan rombongan juga menyaksikan langsung pemeriksaan sampel makanan yang dijual pedagang oleh petugas BBPOM Pekanbaru.
“Ada sekitar 10 jenis makanan dan minuman yang diuji. Dari uji sampel, Alhamdulillah tadi semuanya bebas dari bahan berbahaya,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat terkait bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan dalam makanan.
“Kita bersama BPOM hari ini juga sengaja turun untuk melakukan sosialisasi dan meninggalkan selebaran agar masyarakat mengetahui bahan-bahan mana yang berbahaya apabila dikonsumsi,” pungkasnya.





