INGATLAH – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menekankan pentingnya penguatan program pelatihan vokasi bagi generasi muda sebagai strategi utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Pesan tersebut disampaikan dalam momentum Safari Ramadan di Masjid Nurul Yaqin, Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026) malam.
Dalam kunjungannya, Muhidi mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini menyediakan peluang besar melalui program pelatihan vokasi bagi sekitar 5.000 pemuda. Program ini merupakan inisiatif yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Ia mendorong para pemuda untuk segera mengambil kesempatan ini guna mengasah keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja.
Menurut Muhidi, penguasaan keahlian khusus adalah fondasi penting agar generasi muda tidak sekadar siap terserap di dunia kerja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan lapangan usaha baru.
“Kesempatan pelatihan terbuka luas. Anak-anak muda harus menyiapkan diri dengan memilih keterampilan yang relevan agar mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi,” tegas Muhidi di hadapan jamaah.
Ia menambahkan bahwa langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi di tingkat regional. Dengan kompetensi yang mumpuni, pemuda diharapkan dapat mengelola potensi daerah secara lebih produktif.
Selain fokus pada pengembangan SDM, Muhidi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai sarana mempertebal ketakwaan dan memperkuat solidaritas sosial antar sesama.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sarana ibadah, Muhidi menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis untuk Masjid Nurul Yaqin. Bantuan tersebut meliputi dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp50 juta, donasi Bank Nagari sebesar Rp5 juta, serta sumbangan pribadi senilai Rp1 juta. Selain dukungan finansial, diserahkan pula 40 mushaf Al-Qur’an dan satu unit generator set (genset) bantuan dari PLN.
Muhidi berharap seluruh rangkaian program, khususnya pelatihan vokasi, dapat dioptimalkan sebaik mungkin demi melahirkan generasi yang terampil dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (*)





