Berita

Pulihkan 4.876 Unit Usaha, Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Klinik UMKM Minang Bangkit

×

Pulihkan 4.876 Unit Usaha, Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Klinik UMKM Minang Bangkit

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam upaya memulihkan sektor ekonomi pascabencana.

Melalui peluncuran Klinik UMKM Minang Bangkit, tercatat sebanyak 4.876 UMKM terdampak bencana kini mendapatkan pendampingan intensif untuk bangkit kembali.

Apresiasi tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian klinik tersebut oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza, Jumat (23/1/2026), di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Ekonomi Rakyat

Muhidi menilai kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit adalah wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi sektor UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi Sumatera Barat.

Dari total 740.347 UMKM di Sumbar, bencana telah berdampak langsung pada 4.876 unit usaha, serta memengaruhi 11.107 nasabah perbankan.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Dana Trans Padang, Kejati Sumbar Sita Tiga Wahana Wisata di Pantai Air Manis

“Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Bangkit Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM, terlebih Wakil Menteri hadir langsung,” ujar Muhidi.

Uniknya, Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang dengan pendekatan sistem kesehatan. Petugas akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap masalah yang dihadapi setiap pelaku usaha sebelum memberikan solusi konkret.

“Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” jelas Muhidi.

Proses diagnosa ini mencakup identifikasi persoalan, analisis kebutuhan pendampingan, hingga pemberian rekomendasi strategi yang aplikatif agar pemulihan usaha tidak sekadar bersifat seremonial.

Muhidi menegaskan meski prioritas diberikan pada UMKM terdampak bencana, peluang tetap terbuka bagi pelaku usaha lainnya.

Baca Juga  Baru Dilantik, Anggota DPRD Sumbar BSN Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

“Fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa masuk. Yang terpenting, klinik ini bekerja serius, fokus, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza, menjelaskan bahwa klinik ini berfungsi sebagai simpul koordinasi untuk pendataan by name by address, pemulihan mental (trauma healing), hingga penguatan akses pasar digital.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turut menyatakan dukungan penuhnya. Menurut Mahyeldi, kehadiran klinik ini sangat selaras dengan kebutuhan masyarakat Sumbar yang saat ini tengah berjuang bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi.

Muhidi menutup dengan imbauan agar para pelaku usaha tidak melewatkan kesempatan ini. “Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” pungkasnya. (*)