INGATLAH – Tekanan belum lepas dari Persijap Jepara yang masih terjebak di zona degradasi BRI Super League 2025/26.
Hingga pekan ke-22, Persijap berada di peringkat ke-16 dari 18 tim dengan koleksi 18 poin.
Situasi tersebut membuat laga tandang ke markas Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi krusial.
Tambahan poin di sisa musim sangat dibutuhkan untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Persijap datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menundukkan Persebaya Surabaya 3-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Kemenangan atas tim papan atas itu menjadi bukti bahwa mereka masih memiliki daya saing.
Meski laga digelar tanpa penonton, gelandang Borja Martinez menilai situasi tersebut bukan faktor utama.
Ia menekankan pentingnya fokus pada permainan sendiri dibanding kondisi eksternal.
“Ini situasi yang harus kami hadapi. Yang terpenting kami fokus pada tim sendiri,” ujarnya.
Bagi Persijap, laga di Gianyar bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian konsistensi sekaligus momentum untuk membuktikan bahwa kemenangan sebelumnya menjadi awal kebangkitan dalam perjuangan keluar dari jeratan degradasi.





