Pekanbaru

100 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Ikuti Pembinaan di Pesantren Kilat Ramadan

×

100 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Ikuti Pembinaan di Pesantren Kilat Ramadan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadan bagi warga binaan dalam Menyambut dan mengisi Bulan Suci Ramadan 1447 H.

Kegiatan tersebut digelar di Masjid At-Taubah Lapas Pekanbaru, Kamis (26/2/2026), dan diikuti oleh 100 orang warga binaan dengan penuh antusias.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Angki Setyo Andrianto.

Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian di bidang keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan.

Baca Juga  Malut United Bangkit! Dua Kemenangan Telak Jadi Modal Hadapi PSIM Yogyakarta

Dalam sambutannya, Angki menegaskan bahwa pesantren kilat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.

“Kami berharap melalui Pesantren Kilat Ramadan ini, warga binaan dapat memanfaatkan momentum bulan suci untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pesantren kilat ini dirancang dengan tujuh materi utama yang komprehensif, meliputi pembelajaran tauhid dan akidah, tahsin Al-Qur’an, tata cara penyelenggaraan jenazah, adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, praktik ibadah seperti wudu dan salat lima waktu, hingga pengenalan huruf hijaiyah bagi warga binaan yang masih dalam tahap dasar membaca Al-Qur’an.

Baca Juga  Dua Pemotor Tewas Terlindas Truk Mundur di Pekanbaru, Sopir Lari dari TKP

Program tersebut diharapkan mampu menjadi sarana refleksi diri sekaligus pembentukan karakter positif selama menjalani masa pidana.

“Selain memperkuat nilai religius, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kesiapan mental warga binaan agar dapat kembali berbaur secara konstruktif di tengah masyarakat,” tutupnya.

( Mhd Ihsan  )