Pekanbaru

Pengakuan Saksi Mata, Begini Kronologi Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau

×

Pengakuan Saksi Mata, Begini Kronologi Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Suasana tenang perkuliahan di lingkungan UIN Suska Riau mendadak berubah mencekam, Kamis (26/2/2026) pagi.

Teriakan minta tolong memecah konsentrasi mahasiswa yang tengah mengikuti proses belajar di lantai dua Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Dimas Aulul Azim, salah seorang mahasiswa yang menjadi saksi mata, mengaku awalnya tidak menyangka teriakan tersebut merupakan awal dari peristiwa berdarah.

“Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB, kami sedang belajar di kelas sebelah. Tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong. Awalnya kami kira ada yang kesurupan atau jatuh dari lantai dua,” ujarnya.

Namun rasa penasaran membawanya keluar kelas. Apa yang dilihatnya membuatnya terpaku.

“Ketika saya keluar, saya lihat korban dibacok pakai kapak,” katanya.

Korban diketahui bernama Farradhilla Ayu (23), mahasiswi semester delapan yang saat itu tengah menunggu penguji untuk ujian munaqosah.

Ia mengalami luka serius di bagian kepala serta patah pergelangan tangan akibat berusaha menangkis serangan.

Baca Juga  Pria 55 Tahun Ditemukan Tewas di Truk Bermuatan Minyak di Pekanbaru

Menurut Dimas, pelaku masih sempat mengayunkan kapak ke arah korban. Ia memilih berlari turun untuk meminta bantuan.

“Saya tidak berani menolong. Saya langsung lari ke bawah panggil satpam,” ucapnya.

Petugas keamanan kampus bergerak cepat. Sejumlah satpam naik ke lantai dua dan menyergap pelaku dari sisi kiri dan kanan.

“Saat itu terlihat pelaku masih mengangkat tangan mau membacok lagi. Satpam langsung mengerumuni dan menangkapnya,” tutur Dimas.

Pelaku diketahui bernama Raihan Mufazzar, mahasiswa asal Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Dari informasi yang beredar di kalangan mahasiswa, aksi tersebut diduga dipicu persoalan asmara.

Korban dan pelaku disebut pernah berpacaran serta berada di fakultas dan angkatan yang sama.

Usai kejadian, korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di depan ruangan IGD bersama perwakilan kampus dan rekan-rekan korban.

Baca Juga  Polda Riau Tangkap Dua Kurir Jaringan Internasional Penyelundup 44 Kg Sabu di Pekanbaru

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan kondisi korban masih dalam penanganan medis.

“Iya, korban sekarang masih dirawat di RS Bhayangkara,” ujarnya.

Sementara itu, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Ceceran darah terlihat membasahi lantai depan ruangan tempat pembacokan terjadi.

Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.

Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Santo Morlando, memastikan pelaku telah diamankan dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku sudah diamankan. Sekarang kami masih melakukan olah TKP dan pendalaman motif,” katanya.

Pihak kampus melalui Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, menyatakan komitmen memberikan pendampingan penuh kepada korban, termasuk dukungan pemulihan psikologis.

“Kasus ini sepenuhnya ditangani aparat kepolisian,” katanya.

Situasi kampus yang sempat mencekam kini berangsur kondusif, meski trauma masih membekas di kalangan mahasiswa yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.