Berita

Menjelang Berbuka, Berikut Amalan Doa yang Diperbanyak Saat Ramadan

×

Menjelang Berbuka, Berikut Amalan Doa yang Diperbanyak Saat Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi berdoa.(*)

INGATLAH – Menjelang waktu berbuka puasa bukan sekadar transisi dari lapar menuju kenyang.

Dalam perspektif ibadah, ini adalah momentum strategis , waktu yang memiliki nilai spiritual tinggi dan peluang besar untuk dikabulkannya doa.

Di bulan Ramadan, detik-detik sebelum Maghrib menjadi ruang refleksi sekaligus kesempatan emas memperbanyak zikir dan doa.

Bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga memperkuat koneksi spiritual dengan Allah SWT.

Dalam riwayat yang disampaikan Nabi Muhammad, disebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, terutama saat berbuka.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR Tirmidzi)

Pesan hadits ini jelas: waktu menjelang berbuka bukan sekadar rutinitas, tetapi peluang ibadah yang memiliki daya ungkit spiritual besar.

Perintah memperbanyak zikir ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Surah Al-Ahzab ayat 41–42:

“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”

Baca Juga  Ratusan Napi di Payakumbuh Buka Puasa Bersama Keluarga, Netizen Terharu

Ayat ini menjadi fondasi kuat bahwa zikir petang adalah amalan harian yang konsisten dianjurkan, terlebih saat Ramadan ketika pahala dilipatgandakan.

Berikut rangkaian zikir petang yang dapat diamalkan sebelum berbuka puasa.

1. Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi merupakan bagian dari Surah Al-Baqarah ayat 255. Membacanya menghadirkan perlindungan dan ketenangan batin.

Keutamaannya mencakup penjagaan dari gangguan dan penguatan tauhid kepada Allah SWT.

2. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (Masing-Masing 3 Kali)

Tiga surah perlindungan ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat:

Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Falaq

Surah An-Naas

Membacanya tiga kali di waktu petang menjadi bentuk perlindungan dari berbagai keburukan, baik yang terlihat maupun tidak.

3. Bacaan Zikir Petang

Zikir yang diawali dengan:

“Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah…”

Zikir ini berisi pengakuan bahwa seluruh kerajaan milik Allah, permohonan kebaikan malam, serta perlindungan dari keburukan, kemalasan, dan siksa akhirat.

Secara substansi, doa ini membangun kesadaran bahwa kehidupan sepenuhnya berada dalam kendali Allah SWT.

Baca Juga  Ternyata Korban Guru Cabul di Agam Sekitar 40 Orang

4. Doa Penutup Zikir

Zikir ditutup dengan istighfar tiga kali, dilanjutkan doa:

“Allahumma anta salam wa minka salam…”

Doa ini menegaskan bahwa segala keselamatan bersumber dari Allah, sekaligus bentuk penyerahan total atas segala urusan kepada-Nya.

Dalam pendekatan manajemen spiritual, menjelang berbuka adalah waktu evaluasi harian:

Apakah puasa dijalankan dengan optimal?

Apakah hati tetap terjaga dari emosi dan kelalaian?

Sudahkah doa dipanjatkan dengan sungguh-sungguh?

Zikir petang bukan sekadar bacaan rutin. Ia adalah mekanisme penguatan mental, spiritual, dan emosional.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar. Ia adalah proses pengelolaan diri. Dan menjelang berbuka adalah puncak refleksi hari itu.

Kesimpulan

Waktu menjelang Maghrib di bulan Ramadan adalah momentum mustajab. Hadits menegaskan keutamaannya, Al-Qur’an memerintahkan zikir pagi dan petang.

Maka, sebelum tangan meraih hidangan berbuka, pastikan hati terlebih dahulu menghadap kepada Allah SWT melalui zikir dan doa.

Karena sejatinya, yang kita butuhkan bukan hanya makanan untuk tubuh — tetapi juga kekuatan untuk jiwa.