INGATLAH.COM – Seorang warga mengeluhkan layanan kepolisian setelah upaya meminta pertolongan melalui Call Center 110 dan pelaporan kecelakaan lalu lintas yang dialami kerabatnya diduga tidak berjalan sesuai harapan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kubang Raya, Kecamatan Tuah Karya, Kota Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026). Korban, Ernawati Martain, mengalami kecelakaan setelah ditabrak pengendara sepeda motor yang kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kerabat korban, Adi, mengatakan bahwa Ernawati mengalami luka di bagian kepala akibat insiden tersebut. Dalam kondisi panik, pihak keluarga berupaya menghubungi layanan darurat 110 sebagaimana imbauan yang kerap disampaikan Kapolda Riau, Herry Heryawan, agar masyarakat segera melapor jika membutuhkan bantuan kepolisian.
Namun, menurut Adi, panggilan tersebut tidak mendapat respons.
“Panggilan 110 tak direspons,” ujarnya, seperti yang dikutip dari Riauonline.co.id
Tidak hanya itu, kekecewaan kembali dirasakan keluarga saat hendak membuat laporan resmi di Polresta Pekanbaru. Adi menyebut laporan dugaan tabrak lari yang dialami Ernawati sempat ditolak.
Ia mengaku pihak kepolisian menyarankan agar korban membuat surat pernyataan kecelakaan tunggal. Padahal, menurutnya, Ernawati merupakan korban tabrak lari dan bukan kecelakaan tanpa pihak lain.
“Masa laporan ditolak dan diarahkan agar buat surat pernyataan kalau korban alami laka tunggal. Padahal dia korban tabrak lari,” kata Adi dengan nada kecewa.
Menurut Adi, laporan tersebut dibuat agar aparat dapat menelusuri dan mengusut pelaku yang melarikan diri. Ia berharap kepolisian dapat bertindak lebih responsif dan berpihak pada korban.
“Harusnya polisi hadir sebagai institusi yang responsif terhadap keluhan warga dan menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Humas Polda Riau memberikan penjelasan. Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Riau, AKBP Rudi A Samosir, menyatakan bahwa pihaknya telah mencoba menghubungi layanan tersebut dan panggilan diangkat.
“Saya menghubungi langsung diangkat,” ujarnya singkat.
Ia juga menyampaikan kemungkinan adanya kesalahan prosedur saat melakukan panggilan ke 110. “Mungkin salah cara telepon, bukan langsung 110, ada petunjuknya,” tambahnya.





