Pekanbaru

Kejar-kejaran di Sudirman Pekanbaru Berujung Laporan Polisi, Ini Fakta Sebenarnya

×

Kejar-kejaran di Sudirman Pekanbaru Berujung Laporan Polisi, Ini Fakta Sebenarnya

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Video kejar-kejaran satu unit Toyota Avanza putih di ujung Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru viral di media sosial.

Belakangan, aksi itu diketahui terjadi pada Kamis (12/2/2026) malam.

Dalam video tersebut, pengemudi mobil tersebut dituding melakukan perbuatan asusila atau mesum di dalam kendaraan.

Namun, hasil penyelidikan polisi mengungkap fakta berbeda. Peristiwa itu bukan kasus asusila, melainkan dugaan pemerasan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Dodi Vivino, menjelaskan kejadian bermula saat korban berhenti di pinggir jalan untuk memeriksa obat di dalam mobilnya.

Baca Juga  Begini Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut yang Tewaskan Driver Ojol di Pekanbaru

Kondisi lokasi yang minim penerangan diduga dimanfaatkan para pelaku untuk mendekati kendaraan.

“Mereka datang sambil membawa batu dengan tujuan ingin memeras,” ujar Iptu Dodi, Sabtu (14/2/2026).

Merasa terancam dan khawatir menjadi korban begal, pengemudi langsung tancap gas menuju kawasan yang lebih terang.

Namun, kelompok tersebut terus mengejar hingga ke salah satu gerai makanan cepat saji.

Di lokasi itulah para pelaku meneriaki korban dengan tuduhan melakukan perbuatan mesum.

Narasi tersebut kemudian direkam dan menyebar luas di media sosial, memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga  Arema FC Luncurkan Jersey Ketiga Bernuansa Futuristik Jelang Pekan ke-15

Akibat insiden itu, kaca mobil korban dirusak hingga pecah. Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kapolsek Rumbai, Budi Praman, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti dalam kasus dugaan pengrusakan dan pemerasan.

Sementara itu, tiga orang terduga pelaku telah diamankan dan ditahan di Polsek Rumbai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Polisi masih terus mendalami motif dan peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut,” jelas Iptu Dodi