INGATLAH – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh tenaga pendidik selama pelaksanaan Pesantren Ramadan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 15 Maret 2026.
Seluruh guru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, diwajibkan melakukan pengawasan penuh terhadap siswa di lokasi kegiatan.
Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, dalam agenda sosialisasi kepada kepala sekolah dan guru.
Ia menekankan bahwa tugas guru selama periode tersebut dialihkan sepenuhnya ke masjid dan musala yang menjadi pusat kegiatan.
“Kami sudah tegaskan, selama Pesantren Ramadan tugas guru bukan lagi di sekolah, tetapi berada di masjid untuk memantau dan membimbing siswa,” ujar Yopi Krislova dikutip dari PadekJawapos, Jumat (13/2/2026).
Sasaran program ini mencakup siswa kelas IV, V, dan VI SD, serta kelas VII, VIII, dan IX SMP.
Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, Disdik Padang telah melakukan penyesuaian pada petunjuk teknis guna meningkatkan efektivitas kegiatan dan mencegah kejenuhan pada siswa.
Tahun ini, metode pembelajaran akan lebih menitikberatkan pada aspek praktis dibandingkan teori. Hal ini diharapkan dapat memicu semangat siswa dalam mengikuti rangkaian agenda di rumah ibadah.
“Anak-anak yang selama ini belajar teori di sekolah, akan lebih banyak praktik di masjid. Ada pembeda dari tahun lalu supaya mereka lebih semangat mengikuti kegiatan,” jelasnya.
Disdik Padang memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan guru. Yopi menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik sekadar menitip tanda tangan absen tanpa kehadiran fisik untuk mendampingi siswa secara langsung di lapangan. Guru diminta mengawasi di lingkungan masjid tempat mereka ditugaskan atau di sekitar domisili mereka.
Selain penguatan karakter religi, program terstruktur ini bertujuan untuk menekan potensi aktivitas negatif remaja seperti tawuran dan balap liar.
Yopi juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan orang tua siswa sesuai arahan Wali Kota Padang.
“Kami mengajak orang tua untuk memantau dan mendorong anaknya ke masjid. Jangan sampai orang tua beribadah, sementara anak-anak sibuk dengan dunianya sendiri,” tambah Yopi.
Melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan pengurus masjid, Disdik optimistis Pesantren Ramadan 2026 akan berjalan lebih berkualitas.
“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar membentuk karakter dan kedisiplinan siswa,” pungkasnya. (*)





