Berita

Wawako Padang: ASN Bukan Pejabat, Tapi Pelayan Rakyat

×

Wawako Padang: ASN Bukan Pejabat, Tapi Pelayan Rakyat

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memberikan penekanan keras terkait integritas dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubuk Kilangan di Gedung Serba Guna PT Semen Padang, Indarung, Senin (9/2/2026).

Maigus menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk melakukan perubahan besar pada pola pikir (mindset) dalam bekerja.

“Sejak saya dan Pak Wali Kota Fadli Amran dilantik, kami ingin merubah mindset. Kita bukan pejabat, tapi pelayan. Targetnya jelas, rakyat harus senang, puas, dan bahagia karena mendapatkan pelayanan yang maksimal tanpa diskriminasi,” tegas Maigus.

Dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Buya Maigus Nasir ini mengingatkan jajaran kelurahan dan bagian Kesra untuk menjalankan program Padang Amanah secara murni.

Baca Juga  Pengungsi Banjir di Padang Berkurang, Pindah ke Huntara

Ia secara tegas mengharamkan praktik pungutan liar maupun tindakan “lapan-enam” dalam penyelesaian masalah di lapangan.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Kota Padang kini ditunjuk sebagai pilot project nasional untuk digitalisasi bantuan sosial.

Melalui aplikasi Padang Mobile, penentuan penerima bantuan kini menggunakan sistem desil yang akurat untuk menghindari subjektivitas petugas.

“Sistem yang menentukan siapa yang layak masuk DTKS, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran. Dengan sistem ini, data 38 ribu KK akan kita sisir ulang,” tambahnya, sembari menegaskan tidak boleh ada lagi pejabat yang menerima PKH.

Di bidang kesehatan, Pemko Padang telah menaikkan anggaran secara signifikan dari Rp34 Miliar menjadi Rp65 Miliar.

Maigus meminta Puskesmas dan Kelurahan proaktif membantu warga mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan Gratis tanpa harus membuat warga merasa “dioper-oper”.

Baca Juga  Tiga ASN di Sumbar Terekam Main Kartu UNO di Kantor, Ini Penjelasan Plt Kadis

Sementara pada sektor pendidikan melalui program Padang Juara, ditegaskan bahwa tidak boleh ada lagi ijazah siswa yang tertahan akibat tunggakan biaya.

Penguatan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa SMP juga akan diintensifkan setelah Lebaran.

Menutup paparannya, Wawako mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui pembangunan berbasis RW.

Ia mendorong penggunaan dana kecamatan untuk kegiatan inovatif seperti “Ngopi” (Ngobrol Penuh Inspirasi) serta melibatkan peran Tungku Tigo Sajarangan.

“Hargai setiap peran masyarakat sekecil apa pun. Ingat prinsip kita duduk sama randah, tagak sama tinggi,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimca, kepala sekolah, serta tokoh masyarakat dari Kelurahan Banda Buek, Padang Besi, Koto Lalang, Batu Gadang, Tarantang, dan Baringin. (*)