Pekanbaru

Pelatihan Tim RAGA Sesi Ke-II Resmi Digelar, Brigjen Hengki: Solisi Hadapi Kejahatan Era Disrupsi

×

Pelatihan Tim RAGA Sesi Ke-II Resmi Digelar, Brigjen Hengki: Solisi Hadapi Kejahatan Era Disrupsi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Pelatihan Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Pelatihan ini sebagai upaya memperkuat pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya kejahatan jalanan dan aksi geng remaja di Provinsi Riau.

Diikuti 464 personel yang dibagi dalam dua gelombang sebagai dengan pembagian gelombang pertama diikuti 222 personel dan dilaksanakan pada 2 hingga 7 Februari 2026.

Sementara gelombang kedua diikuti 242 personel yang berlangsung pada 9–14 Februari 2026 serta pelatihan ini juga diikuti keterlibatan Polisi Pamong Praja dari Pemerintah Provinsi Riau.

Pelatihan ratusan personel ini resmi dibuka Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi di SPN Polda Riau.

Dalam amanatnya, Wakapolda mengatakan bahwa dinamika kejahatan di era disrupsi mengalami perubahan yang sangat cepat, seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

Ia juga menekankan bahwa program RAGA merupakan salah satu program unggulan Polda Riau dalam menjawab tantangan kamtibmas masa kini.

“RAGA bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wujud nyata kehadiran Polri di ruang-ruang dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Tim RAGA tidak menunggu kejadian terjadi, melainkan hadir lebih awal untuk mencegah, meredam, dan menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Hengki Haryadi, Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga  Dukung Program Presiden, Polsek Rumbai Barat Aktif Kawal Ketahanan Pangan Masyarakat

Ia menjelaskan bahwa Polri tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan konvensional, melainkan harus lebih peka, cepat membaca tanda-tanda di lapangan, serta hadir lebih awal sebelum permasalahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Di era disrupsi, cara manusia berinteraksi terus berubah, begitu pula konflik yang muncul dan berkembang. Dampaknya, pola kejahatan ikut berubah, baik bentuk maupun caranya. Kejahatan jalanan, geng, dan aksi anarkis kerap terjadi secara spontan, berawal dari emosi, provokasi, serta pengaruh lingkungan, termasuk media sosial,” kata Brigjen Hengki.

Polisi bintang satu itu juga mengungkapkan patroli menjadi tulang punggung pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan patroli yang aktif, konsisten, dan tepat sasaran, aparat dapat memperkecil peluang terjadinya kejahatan.

“Secara sederhana, kejahatan terjadi karena bertemunya niat dan kesempatan. Melalui patroli yang efektif, kita memperkecil kesempatan tersebut, mendeteksi potensi gangguan sejak dini, serta menghadirkan rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Tiga Kapolsek Sambang Koramil 03/Senapelan di HUT ke-80 TNI

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan yang komprehensif, mulai dari patroli dialogis, public speaking, pengelolaan turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli), hingga kemampuan penindakan secara profesional dan proporsional.

Pelatihan juga menekankan pentingnya pendekatan preventif sebagai strategi utama.

“Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan. Kehadiran Polri sejak awal sering kali sudah cukup untuk meredam persoalan sebelum berkembang menjadi konflik. Penegakan hukum tetap penting, namun hukum pidana adalah langkah terakhir,” tegas Wakapolda.

Ia menambahkan bahwa anggota Tim RAGA harus mengedepankan pendekatan humanis dan konsep winning the hearts and minds masyarakat.

“Kita tidak hanya bekerja dengan kekuatan, tetapi juga merebut hati dan pikiran masyarakat. Polisi yang didengar, dihormati, dan dipercaya akan jauh lebih efektif dibandingkan polisi yang hanya ditakuti,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Brigjen Hengki mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan disiplin, rasa bangga, dan penuh tanggung jawab.

“Pelatihan ini adalah panggilan kehormatan dan bentuk kepercayaan negara. Bertindaklah tegas, namun tetap menjunjung tinggi prinsip humanisme. Setiap langkah saudara adalah cerminan wajah Polri dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” pungkasnya.