INGATLAH.COM – Laman Silat Pangean resmi dibuka di Kota Pekanbaru seiring dengan pengukuhan kepengurusan Lembaga Pengembangan Seni Budaya Silat Pangean (Lapensip) Provinsi Riau periode 2026 – 2031.
Peresmian laman ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian seni budaya Silat Pangean di perantauan.
Laman Silat Pangean berlokasi di Taman Arengka Indah, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, dan mulai aktif pada Sabtu (31/1).
Keberadaannya disambut antusias oleh masyarakat, khususnya warga Pangean yang bermukim di ibu kota Provinsi Riau.
Pengukuhan pengurus Lapensip Riau dilakukan oleh Bupati Kuantan Singingi, yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kuansing, Mahviyen Trikon Putra.
Kepengurusan Lapensip Riau periode lima tahun ke depan dipimpin oleh Erisman Yahya.
Hadirnya Laman Silat Pangean di Pekanbaru menjadi kabar gembira bagi masyarakat Pangean di perantauan.
Laman ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mempelajari dan memainkan Silat Pangean, terutama saat bulan Ramadan, sebagaimana tradisi yang telah mengakar kuat di kampung halaman.
Selain sebagai sarana latihan, Laman Silat Pangean juga diharapkan mampu meningkatkan eksistensi Silat Pangean agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, upaya pelestarian budaya asli Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, dapat terus terjaga dan berkembang lintas generasi.
Ketua Lapensip Riau, Erisman Yahya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pendiri serta tokoh-tokoh terdahulu yang telah mencurahkan tenaga dan pemikiran dalam menjaga kelestarian Silat Pangean.
“Kami berterima kasih kepada para pendiri dan orang tua-tua kami yang telah mendedikasikan diri untuk pelestarian budaya Silat Pangean hingga tetap lestari sampai hari ini,” ujar Erisman.
Ia berharap keberadaan laman tersebut dapat diikuti oleh anak-anak, baik yang berasal dari Kuantan Singingi maupun masyarakat sekitar Pekanbaru.
“Silat tradisional ini bukan hanya dikenal di Riau atau tingkat nasional, tetapi telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda. Dengan diresmikannya laman ini, kami berharap semakin banyak anak-anak yang belajar dan bermain silat di sini,” tuturnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Pangean, Dianto Mampanini, menyatakan dukungan penuh terhadap peresmian Laman Silat Pangean di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, Silat Pangean bukan sekadar seni bela diri, melainkan sarana pendidikan karakter yang sarat nilai moral dan adat.
“Silat Pangean bukan untuk dipertandingkan, tetapi merupakan madrasah adab dan budi pekerti yang membentuk karakter serta kedisiplinan. Nilai-nilai ini diwariskan secara turun-temurun sebagai kearifan lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, Silat Pangean mencerminkan jati diri masyarakat Pangean yang berani namun beradab, tangkas tetapi berakhlak, serta menjunjung tinggi penghormatan kepada guru sesuai adat Melayu.
“Kami mendukung sepenuhnya peresmian Laman Silat Pangean ini. Terima kasih kepada masyarakat Pangean di Pekanbaru yang terus menjaga agar tradisi dan identitas budaya ini tidak padam,” pungkasnya.





