INGATLAH – Nasib malang menimpa warga yang menghuni Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Palembayan tersebut, Sabtu siang (31/1/2026), kompleks Huntara bagi warga terdampak bencana tersebut justru terendam banjir.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat warga berupaya keras mengalihkan arus air.
Sejumlah warga tampak menggali tanah menggunakan cangkul untuk membuat parit darurat agar genangan air tidak semakin masuk ke dalam bangunan.
Di lokasi kejadian, penghuni Huntara lainnya sibuk mengeluarkan air yang telah masuk ke dalam rumah.
Mereka juga mengevakuasi barang-barang berharga agar tidak mengalami kerusakan akibat terendam air.
“Hujan, air masuk ke dalam rumah Huntara masyarakat. Banjir,” ujar suara seorang wanita dalam rekaman video kejadian tersebut, Minggu (1/2/2026).
Kondisi ini menjadi sorotan tajam lantaran 117 unit Huntara tersebut baru saja diserahkan kepada warga satu minggu sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (24/1/2026).
Peresmian hunian ini pun dihadiri oleh deretan pejabat tinggi negara, di antaranya:
- Mendagri, Tito Karnavian.
- Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.
- Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.
- Bupati Agam, Benni Warlis.
Kejadian banjir yang melanda bangunan baru ini memicu perlunya evaluasi mendalam dari pihak pemerintah, terutama terkait pemilihan lokasi Huntara agar benar-benar menjamin keamanan dan kenyamanan bagi warga terdampak bencana di masa depan. (*)





