SIAK – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menunjukkan kepedulian penuh dengan mendampingi langsung anak-anak yang menjadi korban ambruknya lantai dua bangunan cagar budaya Tangsi Belanda, Sabtu (31/1/2026).
Sejak para korban dibawa ke rumah sakit, Afni tampak berada di ruang perawatan hingga seluruh proses tindakan medis selesai dilakukan.
Ia terlihat memegang tangan para korban, memeluk, serta memberikan penguatan kepada anak-anak yang masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Bupati Siak tidak meninggalkan ruang perawatan hingga seluruh korban mendapatkan penanganan medis, termasuk tindakan penjahitan luka di bagian kepala yang dialami beberapa anak.
Selain mendampingi para korban, Afni juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang datang menyusul ke rumah sakit.
Ia memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis terbaik dari tenaga kesehatan, serta kebutuhan keluarga korban terpenuhi selama proses perawatan berlangsung.
Dalam keterangannya, Afni menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi bangunan cagar budaya yang mengalami keterbatasan perawatan akibat minimnya anggaran.
Menurutnya, upaya menjaga dan merawat bangunan bersejarah seperti Tangsi Belanda kerap menghadapi kendala serius dari sisi pendanaan, meski selama ini telah mendapat perhatian dan dukungan dari Kesultanan Siak.
“Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas, terutama di kawasan bangunan bersejarah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Afni, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi seluruh bangunan cagar budaya di daerah tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Tangsi Belanda sendiri merupakan bangunan cagar budaya berusia lebih dari dua abad dan menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Kabupaten Siak.
Insiden ambruknya lantai dua ini bukan yang pertama, karena sebelumnya bangunan tersebut juga pernah menelan korban jiwa akibat runtuhan.
Seperti diberitakan, bangunan cagar budaya Tangsi Belanda yang berada di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan 16 orang menjadi korban, sebagian besar merupakan anak-anak.
Korban diketahui merupakan rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang tengah mengikuti kegiatan studi tour.
Saat kejadian, para siswa berada di lantai dua bangunan ketika runtuhan terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan mereka terjatuh dan tertimpa material bangunan.
Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.





