INGATLAH.COM – Tiga oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Riau dikabarkan diamankan Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis karena diduga terlibat pesta narkoba di sebuah hotel di Kota Bengkalis.
Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) dini hari.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan total tujuh orang, terdiri dari tiga anggota Polri dan empat warga sipil.
Informasi yang dihimpun ingatlah.com menyebutkan, penggerebekan dilakukan di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis.
Tim Opsnal Satresnarkoba menggerebek dua kamar hotel, masing-masing kamar nomor 218 dan kamar 204.
Empat warga sipil yang turut diamankan yakni dua perempuan berinisial C dan O, serta dua laki-laki berinisial R dan Z.
Sementara itu, identitas lengkap tiga oknum anggota Polri yang terlibat hingga kini belum diumumkan ke publik.
Berdasarkan informasi yang berkembang, belum disampaikannya keterangan resmi secara terbuka kepada media disebabkan pihak kepolisian masih menunggu pelaksanaan ekspos kasus yang akan dipimpin Kapolres Bengkalis yang baru.
Diketahui, agenda serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Bengkalis dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/1/2026).
Kapolres Bengkalis yang baru, AKBP Fahrian Saleh Siregar, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kasus tersebut, memberikan tanggapan singkat.
“Nanti ya, setelah saya aktif,” ujarnya kepada Singgalang Riau.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Bengkalis, AKP Kris Tofel, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan respons meski telah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.
PS Humas Polres Bengkalis, Iptu Juli, membenarkan adanya pengungkapan kasus tindak pidana narkotika tersebut.
Ia memastikan bahwa ketiga oknum anggota Polri yang terlibat telah diamankan dan ditahan.
“Benar, Satresnarkoba Polres Bengkalis telah mengungkap kasus narkoba. Tiga oknum polisi sudah diamankan dan saat ini ditahan di Rumah Tahanan Polres Bengkalis,” tegasnya.
Kasus ini kembali menambah daftar panjang oknum aparat penegak hukum yang tersandung masalah narkotika di Provinsi Riau, sekaligus mencoreng citra institusi Polri. (*)





