INGATLAH – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan kinerja positif pada sektor angkutan penumpang selama tahun 2025.
Tercatat sebanyak 1.978.241 orang menggunakan layanan kereta api di wilayah Sumbar, dengan KA Pariaman Ekspres mendominasi sebagai pilihan utama masyarakat.
Layanan KA Pariaman Ekspres berhasil mengangkut 1.620.600 penumpang, yang berkontribusi lebih dari 80 persen terhadap total volume penumpang tahunan.
Di posisi berikutnya, KA Minangkabau Ekspres melayani 258.312 orang, diikuti oleh KA Lembah Anai dengan 99.329 penumpang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengungkapkan bahwa tingginya minat terhadap KA Pariaman Ekspres dipicu oleh fungsinya yang strategis dalam menghubungkan area perkotaan dengan kawasan wisata pesisir.
“Dari total 1.978.241 penumpang sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.620.600 penumpang menggunakan KA Pariaman Ekspres. Ini menunjukkan bahwa layanan ini benar-benar menjadi kereta favorit masyarakat Sumatera Barat, baik untuk perjalanan harian maupun wisata,” jelas Reza.
Salah satu puncak lonjakan penumpang terjadi saat Festival Tabuik di Pariaman pada 6 Juli 2025.
Meski kapasitas tersedia hanya 4.240 tempat duduk, jumlah tiket yang terjual mencapai 6.481 atau setara dengan 153 persen dari kapasitas normal.
Melayani rute Pauh Lima-Padang-Pariaman-Naras, kereta ini menawarkan tarif ekonomis sebesar Rp5.000 untuk perjalanan berdurasi 1,5 jam.
Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati pemandangan laut, persawahan, serta perkampungan khas Minangkabau.
“Lonjakan ini membuktikan bahwa KA Pariaman Ekspres bukan hanya sarana transportasi, tetapi sudah menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata dan budaya di Sumatera Barat,” tambah Reza.
Selain rute pesisir, layanan pendukung seperti KA Minangkabau Ekspres (BIM-Pulau Aie) dan KA Lembah Anai (Kayutanam-Padang) terus berperan penting dalam memperkuat konektivitas wisatawan dan warga lokal.
KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu guna mengakomodasi permintaan masyarakat yang terus tumbuh.
“Kami akan terus berinovasi dan memperkuat layanan agar kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan masyarakat Sumatera Barat,” tutup Reza. (*)





