BeritaUtama

Geger Penemuan Bayi Perempuan dalam Kardus di Sekitar Samsat Bukittinggi

×

Geger Penemuan Bayi Perempuan dalam Kardus di Sekitar Samsat Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kaki bayi baru lahir. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi kaki bayi baru lahir. (Foto: Pixabay)

INGATLAH – Warga di sekitar Kantor Samsat Bukittinggi, tepatnya di kawasan Baringin Jorong PGRM, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang diletakkan di dalam sebuah kardus, Kamis (15/1/2026) pagi.

Informasi awal mengenai peristiwa tersebut pertama kali beredar luas melalui media sosial.

Dalam unggahan di Instagram sudut Bukittinggi disebutkan bahwa bayi ditemukan warga bersama sebungkus susu formula di dalam kardus.

Saat ditemukan, bayi perempuan itu sudah tidak memiliki ari-ari dan diperkirakan berusia kurang dari satu minggu.

Baca Juga  Misteri Penemuan Bayi di Bukittinggi Terungkap: Pelaku Ibu Kandung Berusia 21 Tahun

Kondisi tersebut sontak memicu keprihatinan masyarakat.

Usai penemuan, warga segera mengevakuasi bayi tersebut dan membawanya ke Puskesmas Pakan Kamis untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan perawatan medis.

Unggahan di media sosial itu pun menuai beragam reaksi dari warganet. Sejumlah netizen mengungkapkan rasa sedih dan keprihatinan atas kejadian tersebut.

“Astaghfirullah ya Allah, nak,” tulis akun @lovend_cuisine di kolom komentar.

Komentar serupa juga disampaikan akun @meryyulianii yang menyayangkan perbuatan pelaku, serta mengingatkan dampak moral dan sosial dari tindakan tersebut.

Baca Juga  Karena Ini, 20 Pengendara Ditilang dan 19 Motor Disita Satlantas Polres Pelalawan

“Astaghfirullah tobat lah lai, ya Allah., Lah mode tu sumbar diondoh bencana indak juo takuik do, sudah babuek anak tu bacampak an,” tulisnya.

Sementara itu, akun @razil_bayur88 meminta aparat bertindak cepat untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi.

Selain itu, perhatian publik juga terlihat dari banyaknya netizen yang menanyakan mekanisme adopsi terhadap bayi tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan empati.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas orang tua bayi maupun proses hukum lanjutan atas kasus tersebut. (*)