INGATLAH – Munculnya fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah (sawah luluih) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Jorong Tepi, Salmi Chaniago, mengimbau masyarakat dan pengunjung agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, khususnya terkait anggapan bahwa air yang muncul dari lokasi sinkhole memiliki khasiat penyembuhan atau bersifat keramat.
“Setiap hari saya berada di lokasi sinkhole untuk menghimbau masyarakat dan pengunjung agar tidak mempercayai isu-isu yang tidak benar. Air yang ada di sana bukan air keramat dan tidak memiliki kekuatan khusus,” kata Salmi.
Ia menegaskan bahwa air tersebut merupakan air biasa yang merupakan rahmat dari Tuhan dan saat ini masih dalam kajian para ahli geologi.
Salmi juga mengingatkan bahwa air tersebut hanya dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, yakni untuk kebutuhan air minum dan irigasi.
“Sekali lagi saya tegaskan, air itu adalah air biasa. Jangan disalahartikan,” ujarnya.
Seiring dengan itu, Majelis Ulama Nagari Situjuah Batua juga mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat pada Jumat (9/1/2025) kemaren.
Dalam imbauannya, Majelis Ulama menekankan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dan tidak meyakini adanya kekuatan selain Allah SWT dalam menyikapi fenomena alam tersebut.
Majelis Ulama meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks) maupun penafsiran mistis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, warga diajak untuk memperbanyak doa, istighfar, dan muhasabah, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Selain itu, Majelis Ulama Nagari Situjuah Batua juga menegaskan pentingnya mematuhi arahan pemerintah dan pihak berwenang, khususnya terkait langkah-langkah pengamanan dan keselamatan di lokasi terdampak sinkhole.
Majelis Ulama berharap masyarakat dapat bersikap bijak, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tetap mengutamakan keselamatan dan ketenangan bersama.





