INGATLAH – Akses utama yang menghubungkan Kota Padang dan Solok, tepatnya di kawasan Sitinjau Lauik, direncanakan akan ditutup sementara, Kamis malam (8/1/2026).
Langkah ini dilakukan otoritas terkait untuk mengevakuasi truk pengangkut crane yang masuk ke jurang akibat kecelakaan sebelumnya.
Paur Subbagrenminops Bagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar, Iptu Afrizal Sahar menyebutkan bahwa proses pemangkatan bangkai kendaraan tersebut diprediksi dimulai pukul 23.00 WIB, meski jadwal tersebut masih dapat berubah menyesuaikan situasi.
“Nanti jam 23.00 WIB memang diperkirakan ada pemindahan truk pengangkut crane ini. Tapi masih tentatif atau bisa berubah,” ungkap Iptu Afrizal, Kamis malam.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Padang, Iptu Aria Azhari, menjelaskan bahwa penutupan dari kedua arah hanya akan dilakukan saat arus lalu lintas sudah mulai melandai.
Saat ini, kepolisian masih terus memantau kepadatan di tanjakan ekstrem tersebut untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berlebihan.
Proses evakuasi sendiri diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama mengingat beban kendaraan yang berat.
“Rencana kalau sudah landai arus lalu lintas, baru ditutup kedua arah untuk evakuasi truk yang terperosok ke dalam jurang. Diperkirakan waktu evakuasi memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam, tergantung pada tingkat kesulitan di lapangan saat mengangkat beban crane tersebut,” jelas Iptu Aria.
Meskipun akses ditutup total bagi kendaraan umum, pihak kepolisian memberikan jaminan bagi kendaraan medis.
Mobil ambulans yang membawa pasien atau dalam kondisi darurat tetap menjadi prioritas utama untuk melintas.
Evakuasi ini merupakan buntut dari kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Kelok Banto, Rabu pagi (7/1/2026) pukul 05.10 WIB. Insiden tersebut melibatkan empat kendaraan besar dan satu minibus.
Kecelakaan dipicu oleh truk pengangkut crane yang mengalami rem blong saat menuruni jalur Sitinjaulauik.
Truk yang kehilangan kendali tersebut menghantam kendaraan dari arah berlawanan hingga akhirnya satu armada terperosok ke dalam jurang.
Pengendara diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan atau beristirahat sejenak guna menghindari kemacetan selama proses pengangkatan berlangsung. (*)





