Berita

Padang Awali Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon di Sumatera Barat

×

Padang Awali Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon di Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Upaya pemulihan lingkungan dan mitigasi bencana ekologis di Sumatera Barat (Sumbar)akan dimulai dari Kota Padang.

Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera secara resmi memilih ibu kota provinsi ini sebagai lokasi perdana peluncuran Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon.

Rencana besar ini dibahas dalam pertemuan antara jajaran pengurus Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (7/1).

Wali Kota Fadly Amran memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menyoroti bahwa bencana banjir yang melanda saat ini tidak hanya dipicu oleh faktor cuaca, namun juga dipengaruhi oleh kerusakan struktur tanah, patahan, serta fenomena likuifaksi.

Baca Juga  Jika Dipalak dan Dipakuak Selama Libur Nataru di Padang, Segera Lapor!

“Kita sangat mendukung program ini, dan kami berharap kolaborasi dalam Program 1 Juta Pohon ini dapat berjalan berkelanjutan, tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi lingkungan jangka panjang bagi Kota Padang dan daerah sekitarnya,” ujar Fadly Amran.

Ketua Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera, Febri Yandi Putra, mengungkapkan bahwa untuk tahap awal di Kota Padang, pihaknya menargetkan penanaman 2.000 bibit.

Secara keseluruhan, target pohon yang akan ditanam di wilayah Kota Padang mencapai 10.000 pohon.

Pemilihan jenis tanaman dilakukan secara selektif untuk memberikan manfaat maksimal.

“Jenis tanaman yang akan kami tanam meliputi pohon buah, tanaman hutan, tanaman produktif, serta tanaman rekomendasi seperti rumput vetiver dan bambu, yang dinilai efektif untuk penguatan lereng dan pengendalian erosi,” jelas Febri.

Baca Juga  Dinsos Padang Gencarkan Digitalisasi Bansos, Warga Diminta Segera Daftar Melalui Portal Perlinsos

Peluncuran gerakan ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026. Penanaman akan difokuskan pada empat titik strategis di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni Batang Kuranji, Air Dingin, Batang Kandis, dan DAS Batu Busuk.

Febri menegaskan bahwa program ini merupakan langkah preventif agar bencana serupa tidak kembali menghantam masyarakat di masa depan.

“Ini bukan hanya tentang recovery pascabencana, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan agar bencana ekologis tidak terulang kembali, baik lima maupun sepuluh tahun mendatang,” tutupnya. (*)