INGATLAH – Semen Padang FC dihadapkan pada ujian berat saat melakoni laga tandang kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1).
Tim berjuluk Kabau Sirah ini dipastikan tampil pincang menyusul absensi dua pilar asing utama mereka, Rui Rampa dan Alhassan Wakaso, yang terpaksa menepi dari laga menghadapi PSIM.
Meski kehilangan kekuatan, ekspektasi tinggi dan energi positif justru mengalir deras dari basis pendukung setia mereka.
Suporter meyakini bahwa determinasi kolektif tim tidak akan tereduksi hanya karena absennya individu tertentu.
Dirigen Spartacks, Fintheo Miranda menegaskan bahwa militansi para pendukung tidak luntur meskipun tim kebanggaan Ranah Minang ini tidak tampil dengan komposisi legiun asing yang utuh.
Menurutnya, ini adalah momentum pembuktian bagi kualitas pemain lokal serta kecerdasan taktik sang juru taktik.
“Terkait cedera beberapa pemain asing, kami tetap menaruh kepercayaan penuh. Kami percaya pada tangan dingin Pelatih Kepala, Dejan Antonic untuk meramu strategi terbaik dengan materi pemain yang ada saat ini,” ujar Fintheo saat dihubungi, Minggu (4/1).
Ia menambahkan bahwa pesan suporter kepada para pemain sangat jelas memberikan performa maksimal sebelum tirai putaran pertama ditutup.
Hasil kurang memuaskan di Madura pada laga sebelumnya tidak menyurutkan keyakinan mereka bahwa kebangkitan bisa dimulai dari Yogyakarta.
Loyalitas Spartacks tidak hanya menggema di ruang siber, tetapi juga mewujud secara nyata di tribun stadion.
Dilaporkan sebanyak 25 personel Spartacks telah bertolak menuju Yogyakarta guna memberikan dukungan moril langsung dari pinggir lapangan.
Kehadiran mereka di Sultan Agung malam nanti diharapkan menjadi pemain ke-12 yang mampu membakar semangat juang Irsyad Maulana dan kolega.
“Kami optimis manajemen dan tim bisa memberikan yang terbaik di penghujung putaran pertama ini. Dukungan kami nyata, baik di Padang maupun saat laga tandang,” tegas Fintheo.
Laga ini akan menjadi pembuktian sejauh mana efektivitas rotasi pemain Semen Padang FC dalam menjaga ritme permainan di tengah badai cedera, sekaligus menguji mentalitas juara mereka di hadapan tekanan publik tuan rumah. (*)





