INGATLAH.COM – Di tengah tekanan fiskal dan tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi Riau menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian strategis.
Seluruh pencapaian sepanjang 2025 dipaparkan dalam agenda refleksi akhir tahun yang digelar di Kantor Gubernur Riau mulai dari pengelolaan keuangan daerah, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan infrastruktur,
Refleksi tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Di Aula Malati Kantor Gubernur Riau, Rabu (31/12/2025), sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Ini adalah bentuk transparansi kami kepada publik. Kami sampaikan apa yang sudah dicapai, tantangan yang dihadapi, dan langkah yang telah diambil sepanjang tahun 2025,” ujar SF Hariyanto, Rabu, 31 Desember 2025.
Dalam pemaparannya, SF Hariyanto menjelaskan bahwa kondisi fiskal Provinsi Riau tahun 2025 menunjukkan proyeksi realisasi pendapatan sebesar 86,77 persen atau Rp8,21 triliun dari pagu APBD Perubahan sebesar Rp9,47 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan terealisasi sebesar Rp4,19 triliun atau 80,59 persen, sementara pendapatan transfer mencapai Rp4,02 triliun atau 94,36 persen. Adapun realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp7,92 triliun atau 83,70 persen.
“Dengan berbagai keterbatasan fiskal, belanja daerah tetap kami arahkan untuk belanja wajib dan belanja prioritas yang berdampak langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas keuangan daerah, Pemprov Riau mengambil kebijakan pengendalian anggaran, salah satunya dengan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN sebesar 30 persen pada Oktober hingga Desember 2025.
“Kebijakan ini tidak mudah, tetapi harus diambil demi menjaga keberlanjutan pembangunan. Di sisi lain, kami juga menggali potensi pendapatan lain,” kata SF Hariyanto.
Upaya tersebut antara lain melalui rencana pembangunan Hotel Riau di Jakarta serta optimalisasi pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Di sektor kesehatan, Pemprov Riau mencatat capaian signifikan. Hingga akhir 2025, cakupan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 99,68 persen atau sebanyak 7.145.705 jiwa dari total penduduk Riau.
“Kami berkomitmen memastikan layanan kesehatan yang merata. Tidak hanya kepesertaan, tetapi juga kualitas layanan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan,” terangnya.
Sementara di bidang pendidikan, persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum pada asesmen nasional tercatat sebesar 36,91 persen, dengan capaian literasi membaca sebesar 44,83 persen.
Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran pendidikan gratis melalui program BOSDA senilai Rp383,24 miliar, yang terdiri dari Rp358,59 miliar untuk sekolah negeri dan Rp24,56 miliar untuk sekolah swasta.
“Selain BOSDA, kami juga menyalurkan berbagai program beasiswa, mulai dari Bidikmisi, beasiswa prestasi, hingga bantuan sosial pendidikan,” ujar SF Hariyanto.
Di sektor infrastruktur, Pemprov Riau fokus menjaga konektivitas dan fungsional jalan serta jembatan.
Sepanjang 2025, rehabilitasi jalan dilakukan sepanjang 30,63 kilometer, pemeliharaan jalan 278,32 kilometer, rehabilitasi lima unit jembatan, serta pemeliharaan 22 unit jembatan.
Upaya penurunan angka pengangguran juga menjadi perhatian. Berbagai program dilaksanakan, seperti pelatihan kerja, sertifikasi, penempatan magang, job fair, Bursa Kerja Khusus (BKK) bagi SMK, hingga penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kami juga memberikan BOSDA afirmasi, bantuan sosial pendidikan, serta memperluas akses kerja bagi kelompok rentan,” ungkapnya.
Menutup refleksi akhir tahun, SF Hariyanto menegaskan bahwa Pemprov Riau tetap berkomitmen pada perlindungan sosial dan pendidikan bagi masyarakat miskin.
“Mulai dari bantuan biaya pendidikan tinggi, pembangunan sekolah rakyat di tiga lokasi, hingga pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi 27.011 pekerja rentan, semua ini adalah upaya menjaga kesejahteraan masyarakat Riau,” pungkasnya.





